Tampilkan postingan dengan label Sejarah Muara TAKUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Muara TAKUS. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 19, 2024

Sejarah Muara Takus (14): Sungai Batahan dan Sungai Batang Natal; Teluk Tempo Dulu, Nama Batang, Nama Batahan, Nama Batak


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini

Sungai Batang Natal bermuara di kampong Natal, berhulu di gunung Sorik Marapi (Mandailing). Sungai Batang Batahan bermura di kampong Batahan, berhulu di gunung Malintang. Dua sungai ini saling berdekatan. Lantas apakah kedua sungai ini berkaitan satu sama lain di masa lampau?


Batahan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara berbatasan Sumatera Barat (Pasaman Barat). Kecamatan Batahan awalnya terdiri beberapa huta (desa) masuk kecamatan Natal, kabupaten Tapanuli Selatan. Kemudian pada tahun 1992 Kecamatan Natal dimekarkan menjadi tiga kecamatan yakni: Kecamatan Natal, Kecamatan Batang Gadis dan Kecamatan Batahan. Pada tahun 2007 kecamatan Batahan dimekarkan dengan membentuk kecamatan Sinunukan. Kecamatan Batahan terdiri kelurahan Pasar Baru Batahan dan desa-desa Banjar Aur, Batahan I, Batahan II, Batahan III, Batahan IV, Batu Sondat, Bintungan Bejangkar, Kampung Kapas I, Kampung Kapas II, Kuala Batahan, Kubangan Pandan Sari, Kubangan Tompek, Muara Pertemuan, Pasar Batahan, Pulau Tamang, Sari Kenanga Batahan, Wono Sari. Kecamatan Sinunukan terdiri desa-desa Airapa, Banjar Aur Utara, Bintungan, Bejangkar Baru, Kampung Kapas II, Pasir Putih, Sido Makmur, Sinunukan I, Sinunukan II, Sinunukan III, Sinunukan IV, Sinunukan VI, Suka Damai. Suka Damai II, Widodaren (Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah sungai Batahan dan sungai Batang Natal? Seperti disebut di atas, sungai Batahan dan sungai (batang) Natal sangat berdekatan. Teluk tempo doeloe, nama Batang, nama Batahan dan nama Batak. Lalu bagaimana sejarah sungai Batahan dan sungai Batang Natal? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, Juni 18, 2024

Sejarah Muara Takus (13): Sungai Masang di Kinali Muara, Hulu Bonjol; Sungai Pasaman Berhulu di Gunung Kulabu di Mandailing


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini

Sungai Batang Masang berada diantara tiga kabupaten, yaitu kabupaten Agam, kabupaten Pasaman Barat dan kabupaten Pasaman. Sungai Batang Masang bermuara di kecamatan Kinali, kabupaten Pasaman Barat dan berhulu di kecamatan Bondjol kabupaten Pasaman. Sungai lainnya di wilayah Pasaman adalah sungai Pasaman (berhulu di gunung Kulabu) dan sungai Batang Sikarbou berhulu di gunung Malintang.


Berikut ini adalah daftar sungai yang mengalir di wilayah provinsi Sumatera Barat: Batang Agam, Batang Alahan Panjang, Batang Anai, Batang Arau, Sungai Danau Kariang, Batang Gasan, Batang Hari, Sungai Kampar, Sungai Kampar Kanan, Batang Kandis, Batang Kasang, Batang Kinali, Batang Kuranji, Batang Lunto, Batang Mangau, Batang Masang, Batang Ombilin/Batang Kuantan, Batang Sinamar, Batang Pasaman, Batang Sangir, Batang Selo, Batang Sri Antokan, Batang Sumpur, Batang Tabik, Batang Tarusan, Batang Ulakan, Batang Kinara, Batang Tampo, Sungai Jujuhan, Sungai Sihilang, Sungai Sindung, Sungai Surantih, Sungai Tapan. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah sungai Batang Masang, muara di Kinali dan hulu di Bonjol? Seperti disebut di atas sungai Batang Masang berada di wilayah Pasaman. Sungai Pasaman berhulu di gunung Kulabu Mandailing. Lalu bagaimana sejarah sungai Batang Masang, muara di Kinali dan hulu di Bonjol? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Senin, Juni 17, 2024

Sejarah Muara Takus (12): Wilayah Mapat Tunggul Batas Hulu Sungai Kampar; Antara Muara Sungai Takus dan Muaro Sungai Lolo


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini

Wilayah Muara Takus berbatasan dengan kecamatan Mapat Tunggul dan kecamatan Mapat Tunggul Selatan, kabupaten Pasaman, kecamatan Kapur IX dan kecamatan Pangkalan Koto Baru kabupaten Lima Puluh Kota provinsi Sumatra Barat. Keutamaan kecamatan Mapat Tunggul Selatan dalam hal ini karena menjadi hulu sungai Kampar Kanan, sungai yang mengalir melalui Muara Takus.


Mapat Tunggul dan Mapat Tunggul Selatan adalah dua kecamatan di kabupaten Pasaman, provinsi Sumatera Barat. Batas wilayah di timur/utara           kabupaten Kampar dan kabupaten Rokan Hulu provinsi Riau; di barat kecamatan Rao dan kecamatan Rao Selatan. kecamatan Mapat Tunggul terbagi atas 3 nagari dan 15 jorong. Nagari Lubuk Gadang terdiri dari jorong Lubuk Gadang, Marapen dan Guo Siayung; Nagari Pintu Padang terdiri jorong Pintu Padang, Malancar dan Koto Sawah; Nagari Muarao Tais terdiri jorong Rumbai, Sungai Belut, Muaro Tais, Kampung Tengah, Benai, Botung Busuk, Sibintayan, Kubu Baru, dan Soma. Kecamatan Mapat Tunggul Selatan batas wilayah di utara kecamatan Mapat Tunggul, di timur kabupaten Kampar provinsi Riau dan kabupaten Lima Puluh Kota; di selatan         kecamatan Bonjol dan kecamatan Lubuk Sikaping; di barat kecamatan Panti, kecamatan Padang Gelugur dan kecamatan Rao Selatan. Kecamatan Mapat Tunggul Selatan terdiri Muaro Sungai Lolo terdiri jorong Muaro, Sungai Lolo, Pangian, Rotang Getah, Pertemuan, dan Sopan. dan Nagarri Silayang terdiri jorong Titian Batu, Aua Kuniang, Batang Silayang, Tigo Koto, Bangkok (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah wilayah Mapat Tunggul batas hulu sungai Kampar? Seperti disebut di atas ada keutamaan wilayah Mapat Tunggil karena hulu sungai Kampar yang memlalui Muara Takus. Wilayah antara kampong Muara Takus dan kampong Muaro Sungai Lolo. Lalu bagaimana sejarah wilayah Mapat Tunggul batas hulu sungai Kampar? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Minggu, Juni 16, 2024

Sejarah Muara Takus (11):Jalan Darat Tempo Dulu di Wilayah Pedalaman; Jalan Tol Ruas Bangkinang dan Pangkalan Baru Masa Kini


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini

Apakah ada sejarah jalan? Tampaknya kurang mendapat perhatian. Dalam sejarah nusantara, khususnya di pulau Sumatra, yang pertama dicatat adalah jalan air melalui laut/pesisir dan sungai. Meski sangat minim data, jalan darat dapat ditelusuri secara geomorfologis. Jalan darat jaman kuno (jalan tradisi) ini terhubung dengan sungai atau pantai. Tempo doeloe candi Muara Takus hanya bisa dilihat dari perahu di sungai, kini candi dapat dilihat dari atas jalan tol.


Jalan Raya Lintas Sumatera (Jalinsum) jalan raya/jalan nasional di pulau Sumatra. Berdasarkan rute berdasarkan letaknya di Pulau Sumatra, terdapat 3 rute utama yaitu Jalan Raya Lintas Timur, Jalan Raya Lintas Tengah, dan Jalan Raya Lintas Barat. Kota-kota yang dilintasi Jalan Raya Lintas Timur: Sumatera Utara: Tebing Tinggi, Indrapura, Lima Puluh, Kisaran, Aek Kanopan, Rantau Prapat, Kota Pinang, Cikampak. Riau: Balam, Banjar 12, Ujung Tanjung, Duri, Kandis, Minas, Pekanbaru, Bandar Sei Kijang, Pangkalan Kerinci, Pangkalan Kuras, Pangkalan Lesung, Sorek Satu, Sorek Dua, Ukui, Lirik, Pematang Reba, Belilas, Seberida, Keritang dan Selensen. Jambi: Merlung, Sengeti, Kota Jambi, Tempino. Kota-kota yang dilintasi Jalan Raya Lintas Tengah: Sumatera Utara: Tebing Tinggi, Pematang Raya, Pematang Siantar, Parapat, Porsea, Balige, Siborong-borong, Tarutung, Sipirok, Padang Sidempuan, Sibuhuan, Panyabungan, Kota Nopan, Muara Sipongi. Sumatera Barat: Lubuk Sikaping, Bonjol, Bukittinggi, Padang Panjang, Solok, Sawahlunto, Kiliran Jao, Sungai Dareh. Jambi: Muara Bungo, Bangko, Pamenang Barat, Pamenang, Sarolangun. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah jalan darat rempo doeloe di wilayah pedalaman? Seperti disebut di atas catatan pertama hanya tentang jalan air (navigasi) tetapi juga dapat ditelusuri jalan darat yang dimulai di pedalaman. Jalan tol ruas Bangkinang dan Pangkalan Baru masa kini. Lalu bagaimana sejarah jalan darat rempo doeloe di wilayah pedalaman? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sabtu, Juni 15, 2024

Sejarah Muara Takus (10): Rokan di Hulu Sungai Rokan Kiri; Wilayah Antara Sungai Batang Loeboe - Hulu Sungai Kampar Kanan


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini

Apakah ada sejarah kota Rokan? Siapa yang peduli. Okelah, mari kita pelajari. Kota Rokan kini hanya sebagai ibu kota kecamatan di ujung kabupaten Rokan Hulu. Sebagai kota di hulu kabupaten Rokan Hulu, berbatasan langsung dengan kecamatan Mapat Tunggal (Selatan) di kabupaten Pasaman, provinsi Sumatra Barat. Kampong Rokan berada di daerah aliran sungai Rokan Kiri, wilayah diantara wilayah sungai Batang Loeboe di utara dan hulu sungai Kampar Kanan di selatan.


Rokan IV Koto adalah sebuah kecamatan di kabupaten Rokan Hulu, Riau dengan ibu kota kecamatan berada di Rokan. Rokan terletak sekitar 150 Km dari Pekanbaru, Alamnya asih asri. Beberapa objek wisata yang terdapat di Rokan yaitu: Komplek Istana Raja Rokan dan Makam Raja-raja Rokan, Puncak Kabur 550 M dpl, puluhan Air terjun (Ujan Lobek, kajatan baru, caraci manih, sei tolang, air terjun 3 tingkat muang kida), Selain pesona alamnya yang memukau, terdapat bahan baku pertambangan yaitu batu bara dan batuan Kapur (bahan dasar semen), lokasi batu bara terdapat di sebelah barat sekitar 20 Km dari kota Rokan. Kecamatan Rokan IV Koto terdiri dari kelurahan Rokan dan desa-desa Air Panas, Bengkolan Salak, Cipang Kanan, Cipang Kiri Hilir, Cipang Kiri Hulu, Lubuk Bendahara, Lubuk Bendahara Timur, Pendalian, Rokan Koto Ruang, Rokan Timur, Sikebau Jaya, Suligi dan Tanjung Medan (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah nama Rokan di hulu sungai Rokan Kiri? Seperti disebut di atas, Rokan pada masa ini adalah suatu kampong yang juga ditabalkan menjadi nama kecamatan di kabupaten Rokan Hulu. Bagaimana dengan tempo doeloe? Wilayah antara sungai Batang Loeboe dan hulu sungai Kampar Kanan. Lalu bagaimana sejarah nama Rokan di hulu sungai Rokan Kiri? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, Juni 14, 2024

Sejarah Muara Takus (9): Kota Intan dan Kota Lama di Daerah Aliran Sungai Rokan Kiri; Bagan Siapi-Api di Hilir Sungai Rokan


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini

Kota Intan kini masuk wilayah kabupaten Rokan Hulu. Kota Intan dulunya merupakan kerajaan di daerah aliran sungai Rokan/Rokan Kiri. Bagaimana dengan nama tempat Tanah Putih? Yang jelas Tanah Putih menjadi nama kecamatan di hilir sungai Rokan yang kini masuk wilayah Kabupaten Rokan Hilir. Namun yang menjadi ibu kota di daerah hilir aliran sungai Rokan pada masa ini adalah Bagan Siapi-Api.


Kabupaten Rokan Hilir di Riau, yang dulu tiga kenegerian, yaitu Kubu, Bangko dan Tanah Putih di bawah Sultan Siak masuk dalam Kabupaten Bengkalis. Distrik pertama didirikan di Tanah Putih tahun 1890. Bagansiapiapi dimana pemukim-pemukim Cina dijadikan ibu kota tahun 1901. Pasca kemerdekaan, Rokan Hilir digabungkan ke dalam Kabupaten Bengkalis. Tahun1999 ditetapkan sebagai kabupaten dan Bagansiapiapi sebagai ibu kota. Batas wilayah utara Selat Malaka, timur Kota Dumai, selatan Rokan Hulu dan Bengkalis; barat Labuhanbatu/Selatan, Sumatera Utara. Mulai dari muara hingga ibukota Kecamatan Rimba Melintang daerah pasang surut. Kecamatan Tanah Putih hingga ke bagian selatan dari Kecamatan Bagan Sinembah bervariasi berombak hingga bergelombang ketinggian 5- 100 M. Kabupaten Rokan Hilir terdiri kecamatan Bangko, Sinaboi, Rimba Melintang, Bangko Pusako, Tanah Putih Tanjung Melawan, Tanah Putih, Kubu, Bagan Sinembah, Pujud, Simpang Kanan, Pasir Limau Kapas, Batu Hampar, Rantau Kopar, Pekaitan, Kubu Babussalam, Balai Jaya, Bagansinembah Raya dan Tanjung Medan (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Kota Intan dan Kota Lama di daerah aliran sungai Rokan Kiri? Seperti disebut di atas Kota Intan da Kota Lama kini di kabupaten Rokan Hulu, sementara di hilir Tanah Putih dan Bagan Siapi-Api di hilir sungai Rokan masuk kabupaten Rokan Hilir. Lalu bagaimana sejarah Kota Intan dan Kota Lama di daerah aliran sungai Rokan Kiri? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, Juni 13, 2024

Sejarah Muara Takus (8): Sungai Batang Kampar; Kerajaan Batoe Besoerat di Hulu Kampar Kanan, Kerajaan Pelalawan di Hilir


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini

Pada masa ini ada dua kabupaten di daerah aliran sungai Kampar, yakni kabupaten Kampar (di hulu) dan kabupaten Pelalawan di hilir. Sejarah sungai Batang Kampar diduga lebih awal dari sungai Siak. Mengapa? Situs tertua di provinsi Riau yang sekarang adalah candi Muara Takus di hulu daerah aliran sungai Kampar Kanan (lebih dekat ke wilayah Angkola Mandailing/Padang Lawas dan Minangkabau).


Pelalawan adalah sebuah kabupaten (hasil pemekaran dari kabupaten Kampar) di provinsi Riau, ibu kota di Pangkalan Kerinci. Wilayah dibelah aliran sungai Kampar dimana terdapat pertemuan sungai Kampar Kanan dan sungai Kampar Kiri. Kabupaten memilik beberapa pulau besar yaitu: Mendol, Serapung dan Muda serta pulau-pulau kecil: Tugau, Labuh, Baru, Ketam, Untut. Struktur wilayah daratan rendah dan bukit-bukit, dataran rendah membentang ke arah timur dengan luas wilayah mencapai 93% dari total keseluruhan. Sebagian wilayah merupakan daerah konservasi dengan karakteristik tanah pada bagian tertentu bersifat asam dan merupakan tanah organik, air tanahnya payau. Batas wilayah di utara kabupaten Siak dan kabupaten Kepulauan Meranti; di timur kabupaten Karimun dan kabupaten Indragiri Hilir; di selatan kabupaten Kuantan Singingi dan Pasir Penyu, Indragiri Hulu; di barat kabupaten Kuantan Singingi, kabupaten Kampar dan Kota Pekanbaru. Kabupaten Pelalawan terdiri kecamatan-kecamatan: Bandar Petalangan, Bandar Sei Kijang, Bunut, Kerumutan, Kuala Kampar, Langgam, Pangkalan Kerinci, Pangkalan Kuras, Pangkalan Lesung, Pelalawan, Teluk Meranti, Ukui (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah sungai Batang Kampar? Seperti di sebut di atas, sungai Batang Kampar adalah sungai besar yang di wilayah hulu sungai Kampar Kiri dan sungai Kampar Kanan. Tempo doeloe di daerah aliran sungai ini terdapat Kerajaan Batoe Besoerat di hulu sungai Kampar Kanan, Kerajaan Pelalawan di hilir. Lalu bagaimana sejarah sungai Batang Kampar? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Rabu, Juni 12, 2024

Sejarah Muara Takus (7): Gunung Sahilan di Sungai Kampar Kiri Hulu di Sungai Singingi; Sungai Kuantan dan Hulu Sungai Indragiri


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini

Gunung Sahilan adalah nama desa, nama kecamatan di Kabupaten Kampar, Riau. Kota ini berada di daerah aliran sungai Kampar Kiri. Salah satu cabang sungai di wilayah hulu sungai Kampar adalah sungai Singingi. Hulu sungai Singingi dekat dengan daerah aliran sungai Koeantan. Kini kedua nama ditabalkan sebagai nama kabupaten di provinsi Riau (kabupaten Kuantan Singingi). Sungai Koeantan berhulu di Pagaroejoeng (disebut sungai Selo) dan di hilir sungai Kuantan disebut sungai Indragiri.


Kecamatan Gunung Sahilan terdiri dari desa-desa Gunung Mulya, Gunung Sahilan, Gunung Sari, Kebun Durian, Makmur Sejahtera, Sahilan Darussalam, Subarak, Suka Makmur dan Sungai Lipai Do. Kabupaten Kuantan Singingi pemekaran kabupaten Indragiri Hulu (ibukota Teluk Kuantan) terdiri dari kecamatan-kecamatan Benai, Cerenti, Gunung Toar, Inuman, Hulu Kuantan, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Logas Tanah Darat, Pangean, Pucuk Rantau, Sentajo Raya, Singingi, Singingi Hilir. Kabupaten Kuantan Singingi terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi kira kira 400 m di atas permukaan laut. Dataran tinggi berbukit mencapai ketinggian 400–800 m di atas permukaan laut dan merupakan bagian dari jajaran Bukit Barisan. Terdapat dua sungai besar yang melintasi wilayah Kabupaten Kuantan Singingi yaitu Sungai Kuantan dan Sungai Singingi. Daerah aliran sungai Kuantan melalui 9 kecamatan yaitu Hulu Kuantan, Kuantan Mudik, Gunung Toar, Kuantan Tengah, Benai, Pangean, Kuantan Hilir, Inuman dan Cerenti. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Gunung Sahilan dan sungai Singingi hulu sungai Kampar? Seperti disebut di atas Gunung Sahilan adalah nama desa dan nama kecamatan di daerah aliran sungai Kampar dan sungai Singingi dekat dengan sungai Kuantan (hulu sungai Indragiri). Lalu bagaimana sejarah Gunung Sahilan dan sungai Singingi hulu sungai Kampar? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, Juni 11, 2024

Sejarah Muara Takus (6): Patapahan, Daerah Aliran Sungai Tapung Kiri; Nama Kampong Kota Batak di Daerah Sungai Tapung Kanan


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini

Pada dasarnya sungai Siak berada di hilir/pesisir) dan sungai Tapung di hulu (pedalaman). Lantas mengapa ada kiri dan kanan seperti sungai Tapung Kanan dan sungai Tapung Kiri. Tidak ada sungai Siak Kiri dan dan sungai Siak Kanan; yang juga ada adalah sungai Kampar Kiri dan sungai Kampar Kanan, sungai Rokan Kiri dan sungai Rokan Kanan. 

Kabupaten Kampar terdiri kecamatan: XIII Koto Kampar, Bangkinang, Bangkinang Kota, Gunung Sahilan, Kampa, Kampar, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hilir, Kampar Kiri Hulu, Kampar Kiri Tengah, Kampar Utara, Koto Kampar Hulu, Kuok, Perhentian Raja, Rumbio Jaya, Salo, Siak Hulu, Tambang, Tapung, Tapung Hilir dan Tapung Hulu> Kecamatan Tapung terdiri dari desa-desa Air Terbit, Batu Gajah, Bencah Kelubi, Gading Sari, Indra Sakti, Indrapuri, Karya Indah, Kijang Rejo, Kinantan, Muara Mahat Baru, Mukti Sari, Pagaruyung, Pancuran Gading, Pantaicermin, Pelambaian, Petapahan, Petapahan Jaya, Sari Galuh, Sibuak, Sumber Makmur, Sungai Agung, Sungai Lambu Makmur, Sungai Putih, Tanjung Sawit dan Tri Manunggal (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Kampong Patapahan di daerah aliran sungai Tapung Kiri? Seperti disebut di atas sungai Tapung di hulu ([pedalaman) sungai Siak di hilir (pesisir). Kampong Kota Batak di daerah aliran sungai Tapung Kanan. Lalu bagaimana sejarah Kampong Patapahan di daerah aliran sungai Tapung Kiri? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Senin, Juni 10, 2024

Sejarah Muara Takus (5): Siak Indarapoera Tempo Dulu, Pekan Baroe di Daerah Sungai Siak Masa Kini; Pulau Gontong Era VOC


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini

Kota Pekan Baru di Riau daratan di daerah alian sungai Siak adalah kota baru. Kota yang sudah lebih dulu eksis tempo doeloe adalah kota Siak (Indrapoera) yang menjadi nama sungai. Sejak awal era Republik Indonesia kota Pekan Baroe berkembang pesat hingga menjadi ibu kota provinsi. Bagaimana dengan masa lalu kampong Pekan Baroe? Yang jelas di wilayah hulu sungai Siak sudah banyak kampong-kampong besar, yang jauh lebih besar dari Pekan Baroe.


Kabupaten Siak di provinsi Riau ibu kota di Siak Sri Inderapura (eks wilayah Kesultanan Siak Sri Inderapura). Pada awal kemerdekaan wilayah menjadi Kewedanan Siak di Kabupaten Bengkalis (kemudian menjadi Kecamatan Siak). Pada tahun 1999 statusnya ditingkatkan menjadi Kabupaten Siak dengan ibu kotanya Siak Sri Indrapura. Secara geografls kawasan pesisir pantai. Bentang alam sebagian besar dataran rendah di bagian timur dan sebagian dataran tinggi di barat. Struktur tanah terdiri tanah podsolik merah kuning dan batuan dan alluvial serta tanah organosol dan gley humus dalam bentuk rawa-rawa atau tanah basah. Sungai Siak membelah wilayah kabupaten, yang mana terdapat banyak tasik/danau. Sungai Siak sendiri terkenal sebagai sungai terdalam di Indonesia. Banjir terdapat pada daerah sepanjang Sungai Siak. Batas wilayah utara kabupaten Bengkalis; timur kabupaten Kepulauan Meranti; selatan kabupaten Pelalawan; barat Kabupaten Kampar (termasuk) Kota Pekanbaru.
(Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah Siak Indarapoera tempo doeloe, Pekan Baroe di daerah sungai Siak masa kini? Seperti disebut di atas Pekab Baroe adalah kota baru. Kota lama sejatinya adalah kota Siak Indrapoera. Bagaimana dengan pulau Bengkalis dan sungai terdalam. Lalu bagaimana sejarah Siak Indarapoera tempo doeloe, Pekan Baroe di daerah sungai Siak masa kini? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Minggu, Juni 09, 2024

Sejarah Muara Takus (4): Nama Bangkinang, Hulu Sungai Kampar; Nama-Nama Bangka, Bangkiang, Bangko, Bengkalis, Bengkoeloe


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini

Nama mirip Bangkinang ada beberapa. Ada nama Bangkiang di Karolanden. Ada Bangka di hiir sungai Rokan dan nama pulau di Sumatra bagian selatan. Ada nama Bangko di hulu sungai Tambesi. Jangka pula lupa nama Bengkalis danm Bengkoeloe. Tentu saja masih ada nama pulau Bangkoeang di Atjeh.


Bangkinang adalah ibu kota kabupaten Kampar, Riau yang berjarak 60 km dari Pekanbaru (ibu kota provinsi Riau). Kota daerah penghubung aantara Riau dan Sumatera Barat. Daerah ini awalnya merupakan bagian dari Sumatra Barat yang dahulunya dikenal sebagai wilayah dari V Koto (Kuok, Salo, Bangkinang, Airtiris, Rumbio), tetapi setelah penjajahan Jepang, Bangkinang dipindahkan ke dalam Provinsi Riau bersama dengan Rokan Hulu dan Kuantan Sengingi. Populasi Bangkinang Kota dihuni oleh rumpun etnik seluruh Kabupaten Kampar yang lebih dikenal sebagai orang Kampar yakni sekitar 83 persen dari populasi Bangkinang Kota. Selain itu terdapat juga dari etnis Jawa dan Batak. Pada permulaan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1950 menjadi kabupaten di Sumatra Tengah yang kemudian kabupaten dimasukkan ke dalam pembentukan provinsi Riau. Dalam perkembangan terakhir kabupaten Bangkinan dimekarkan dengan membentuk kabupaten Pelalawan dan kabupaten Rokan Hulu (Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah nama Bangkinang di hulu sungai Kampar? Seperti disebut di atas nama Bangkinang banyak yang mirip dengan nama tempat di wilayah lain. Nama-nama Bangkiang, Bangko, Bengkalis, Bangka dan Bengkoeloe. Lalu bagaimana sejarah nama Bangkinang di hulu sungai Kampar? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sabtu, Juni 08, 2024

Sejarah Muara Takus (3):Nama Payakumbuh, Kampong Paja Baijon dan Paja Koemboeh; Lima Puluh Kota Tempo Dulu dan Masa Kini


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini

Hanya ada satu jalan ke Muara Takus dari wilayah Pagarujung. Satu-satunya jalan darat melalui Pajakoemboeh dan Kota Baharoe (Lima Poeloeh Kota) yang kemudian hanya bisa ditembus melalui perahu melalui sungai Mahat ke hilir ke sungai Kampar (kini Jembatan Kelok 9 danm jalan tol Bangkinan-Pangkalan). Untuk mencapai kampong Batoe Besoerat dan kampong Moeara Takoes harus mengarungi sungai ke arah hulu.  Pada masa ini Kecamatan XIII Kota Kampar (Riau) berbatasan dengan kecamatan Kapur IX dan kecamatan Pangkalan Kota Baru.


Distrik 50 Kota adalah distrik terdiri dari lima puluh kota/huta. Suatu jumlah yang sangat banyak. Nama Distrik 50 Kota kini menjadi nama kabupaten Lima Puluh Kota yang terdiri kecamatan-kecamatan Akabiluru, Bukik Barisan, Guguak, Gunuang Omeh, Harau, Kapur IX, Lareh Sago Halaban, Luak, Mungka, Pangkalan Koto Baru, Payakumbuh, Situjuah Limo Nagari, Suliki. Kecamatan Kapur IX terdiri dari desa/nigari Durian Tinggi, Galugua, Koto Bangun, Koto Lamo, Lubuak Alai, Muaro Paiti dan Sialang. Kecamatan Pangkalan Koto Baru terdiri dari desa/nigari Gunuang Malintang, Koto Alam, Manggilang, Pangkalan, Tanjuang Balik dan Tanjuang Pauh (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah nama Payakumbuh, kampong Paja Baijon dan kampong Paja Koemboeh? Seperti disebut di atas Payakumpuh berada di distrik Lama Puluh Kota berbatasan dengan Batoe Besoerat dan Moeara Takoes. Tempo doeloe nama Lima Puluh Kota sekarang. Lalu bagaimana sejarah nama kampong Payakumbuh, Paja Baijon dan Paja Koemboeh? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, Juni 07, 2024

Sejarah Muara Takus (2): Candi-Candi Tanah Batak dan Prasasti-Prasasti di Minangkabau; Prasasti Batu Besurat - Candi Muara Takus


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini

Ada satu prasasti Batu Besurat dan ada satu candi Muara Takus di wilayah Bangkinang. Prasasti Batu Besurat beraksara Batak, candi Muara Takus barsitektur Boedha. Mengapa candi-candi banyak ditemukan di Padang Lawas dan prasasti-prasasti banyak ditemukan di Pagaruyung? Prasasti Batu Besurat dan candi Muara Takus berada diantara wilayah Padang Lawas, Bangkinang dan Pagaruyung.


Daftar prasasti ditemukan di Wilayah Pagaruyung: Pagaruyung I (Prasasti Bukik Gombak I); Pagaruyung II (Bukik Gombak II); Pagaruyung III (Prasasti Kapalo Bukik Gombak I); Pagaruyung IV (Kapalo Bukik Gombak II); Pagaruyung V; Pagaruyung VI; Pagaruyung VII (Akarendrawarman); Pagaruyung VIII; Pagaruyung IX; Saruaso I; Saruaso II (Prasasti Batusangkar); Lubuk Layang (Prasasti Kubu Sutan); Kuburajo I; Kuburajo II; Rambatan; Ombilin; Bandar Bapahat; Pariangan; Padang Roco. (Wikipedia). Candi-candi di Padang Lawas (Tapanuli) antara lain Candi Si Pamutung; Candi Tandihat I; Candi Tandihat II; Candi Aek Tunjang; Candi Pordak Dolok, Candi Manggis, Candi Paya; Candi Bahal I; Candi Bahal II; Candi Bahal III; Candi Sitopayan; Candi Biaro Pulo; Candi Gunung Tua, Candi Bara, Candi Aek Haruaya, Candi Tanjung Bangun, Candi Haloban, dan Candi Rondaman. situs-situs lainnya Si Soldop, Aek Korsik, Aek Tolong Tonga, Lobu Dolok, Batu Gana, Padang Bujur, Torna Tambang, dan Naga Saribu, Mangaledang; Candi Batu Gana; Pengeran Bira/Makam Kramat Jiret Mertuah; Candi Sangkilon. (https://akhirmh.blogspot.com/2011)

Lantas bagaimana sejarah candi-candi Tanah Batak dan prasasti-prasasti di Minangkabau? Seperti disebut di atas banyak ditemukan candi di Tanah Batak dan banyak prasasti ditemukan di Pagaruyung. Prasasti Batu Besurat dan candi Muara Takus. Lalu bagaimana sejarah candi-candi Tanah Batak dan prasasti-prasasti di Minangkabau? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, Juni 06, 2024

Sejarah Muara Takus (1): Nama Muara Takus di Hulu Daerah Aliran Sungai Kampar; Candi Sangkilon Candi Manggis Candi MuaraTakus


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini

Sebelum kembali ke dolok (gunung) sebagai hulu sungai, ada baiknya memahami wilayah hilir sungai di muara. Serial artikel ini akan mendiskiripsi tentang sejarah Muara Takus, dan serial artikel berikutnya tentang sejarah gunung (dolok) Lubuk Raya. Dalam hal ini, salah satu tempat muara terpenting adalah (kampong) Muara Takus dimana terdapat situs candi Muara Takus (di hulu sungai Kampar). Candi Muara Takus satu garis berdekatan dengan candi Manggis dan candi Sangkilon (Padang Lawas).


Muara Takus desa di kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, provinsi Riau. Desa Muara Takus dapat diakses dari Kota Pekanbaru ibu kota provinsi Riau 135 km. Candi Muara Takus, situs budaya Buddha, terletak di desa ini. Ada dua pendapat mengenai nama Muara Takus, pertama diambil dari nama sebuah anak sungai kecil bernama Takus bermuara ke Sungai Kampar Kanan. Pendapat lain kata Takus berasal dari bahasa Mandarin, Ta=besar, Ku=tua, Se=candi. Letak desa sebelumnya berada 1 km di bawah candi, direlokasi karena satu dari 11 desa ditenggelamkan dalam pembangunan proyek PLTA Koto Panjang pada 90-an. Delapan di antaranya masuk wilayah XIII Koto Kampar, tiga lainnya masuk wilayah Sumbar, yakni Muara Mahat, Pulau Gadang, Tanjung Alai, Batu Bersurat, Binamang, Pongkai, Koto Tuo, Tanjng Alai, Gunung Bungsu, Tanjung Balit, dan Tanjung Pauh. Sebelah utara desa adalah desa Pangkalan, Kecamatan Pangkalan (Sumbar). Kecamatan XIII Koto Kampar terdiri dari kelurahan Batu Bersurat dan desa-desa Balung, Binamang, Gunung Bungsu, Koto Mesjid, Koto Tuo, Koto Tuo Barat, Lubuk Agung, Muara Takus, Pulau Gadang, Pongkai Istiqamah, Ranah Sungkai dan Tanjung Alai (Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah nama Muara Takus di hulu daerah aliran sungai Kampar? Seperti disebut di atas di kampong Muara Takus terdapat situs candi Muara Takus (di hulu sungai Kampar). Candi Sangkilon, candi Manggis dan candi Muara Takus. Lalu bagaimana sejarah nama Muara Takus di hulu daerah aliran sungai Kampar? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.