*Untuk melihat semua artikel Sejarah Muara Takus di blog ini Klik Disini
Sungai
Batang Natal bermuara di kampong Natal, berhulu di gunung Sorik Marapi
(Mandailing). Sungai Batang Batahan bermura di kampong Batahan, berhulu di
gunung Malintang. Dua sungai ini saling berdekatan. Lantas apakah kedua sungai
ini berkaitan satu sama lain di masa lampau?
Batahan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara berbatasan Sumatera Barat (Pasaman Barat). Kecamatan Batahan awalnya terdiri beberapa huta (desa) masuk kecamatan Natal, kabupaten Tapanuli Selatan. Kemudian pada tahun 1992 Kecamatan Natal dimekarkan menjadi tiga kecamatan yakni: Kecamatan Natal, Kecamatan Batang Gadis dan Kecamatan Batahan. Pada tahun 2007 kecamatan Batahan dimekarkan dengan membentuk kecamatan Sinunukan. Kecamatan Batahan terdiri kelurahan Pasar Baru Batahan dan desa-desa Banjar Aur, Batahan I, Batahan II, Batahan III, Batahan IV, Batu Sondat, Bintungan Bejangkar, Kampung Kapas I, Kampung Kapas II, Kuala Batahan, Kubangan Pandan Sari, Kubangan Tompek, Muara Pertemuan, Pasar Batahan, Pulau Tamang, Sari Kenanga Batahan, Wono Sari. Kecamatan Sinunukan terdiri desa-desa Airapa, Banjar Aur Utara, Bintungan, Bejangkar Baru, Kampung Kapas II, Pasir Putih, Sido Makmur, Sinunukan I, Sinunukan II, Sinunukan III, Sinunukan IV, Sinunukan VI, Suka Damai. Suka Damai II, Widodaren (Wikipedia).
Lantas bagaimana sejarah sungai Batahan dan sungai Batang Natal? Seperti disebut di atas, sungai Batahan dan sungai (batang) Natal sangat berdekatan. Teluk tempo doeloe, nama Batang, nama Batahan dan nama Batak. Lalu bagaimana sejarah sungai Batahan dan sungai Batang Natal? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.













