Baca juga
Sejarah Kota Medan (24): Pewarta Deli, Surat Kabar Legendaris di Medan (1909-1946); Didirikan oleh Dja Endar Moeda (1861-1926)
Gelar Doktor Pertama di Indonesia: Dr. Ida Loemongga, PhD, Doktor Perempuan Pertama di Indonesia
Populasi etnik Batak di Indonesia merupakan sub populasi terbanyak ketiga setelah etnik Jawa dan etnik Sunda. Jumlah etnik Batak di Indonesia hasil Sensus Penduduk 2010 adalah sebanyak 8,432,328 jiwa. Berdasarkan kode etnik BPS, etnik Batak terdiri dari tujuh sub etnik. Populsi masing-masing sub etnik adalah sebagai berikut: Batak Angkola (623,214 jiwa), Batak Karo (1,232,655 jiwa), Batak Mandailing (1,742,673 jiwa), Batak Pakpak Dairi (180,393 jiwa), Batak Simalungun (441,382 jiwa), Batak Tapanuli/Sibolga (539,567 jiwa) dan Batak Toba (3,672,443 jiwa).
Populasi etnik Batak di Indonesia merupakan sub populasi terbanyak ketiga setelah etnik Jawa dan etnik Sunda. Jumlah etnik Batak di Indonesia hasil Sensus Penduduk 2010 adalah sebanyak 8,432,328 jiwa. Berdasarkan kode etnik BPS, etnik Batak terdiri dari tujuh sub etnik. Populsi masing-masing sub etnik adalah sebagai berikut: Batak Angkola (623,214 jiwa), Batak Karo (1,232,655 jiwa), Batak Mandailing (1,742,673 jiwa), Batak Pakpak Dairi (180,393 jiwa), Batak Simalungun (441,382 jiwa), Batak Tapanuli/Sibolga (539,567 jiwa) dan Batak Toba (3,672,443 jiwa).
Di
Sumatra Utara terdapat tujuh etnik yang terbilang signifikan jumlahnya yakni
etnik Batak, etnik Jawa, etnik Melayu, etnik Nias, etnik Tionghoa, etnik Minang
dan etnik Aceh. Etnik Batak sendiri yang paling banyak jumlahnya, terdapat sebanyak
46.35 persen beragama Islam, sementara sebanyak 47.30 persen menganut agama
Kristen dan 6.25 persen menganut agama Katolik. Sedangkan sisanya sebanyak 0.08
persen terdiri dari agama Hindu, Budha, Khonghucu dan lainnya. Ini menunjukkan di
Sumatra Utara bahwa etnik Batak penganut agama Islam dan agama Kristen tampak
berimbang.