Tampilkan postingan dengan label Willem Iskander. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Willem Iskander. Tampilkan semua postingan

Sabtu, April 09, 2011

Willem Iskander dan Lahirnya Tokoh-Tokoh Sastrawan Nasional dari Tapanuli Bagian Selatan


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Willem Iskander dalam blog ini Klik Disini

**Dikompilasi dari berbagai sumber

Willem Iskander

Sati gelar Sutan Iskandar yang namanya kemudian dikenal sebagai Willem Iskander lahir di Pidoli Lombang pada bulan Maret 1840. Ibunya Si Anggur boru Lubis dari Rao-rao dan ayahnya Raja Tinating, Raja Pidoli Lombang. Pada usia 13 tahun, 1853, Sati masuk sekolah rendah dua tahun yang didirikan Godon di Panyabungan. Alexander Philippus Godon (1816-1899) adalah Asisten Residen Mandailing Angkola, 1848-1857 dari pihak Belanda pasca Perang Paderi yang merancang dan membangun mega proyek jalan ekonomi dari Panyabungan ke pelabuhan Natal sepanjang 90 Km.

Begitu lulus, 1855, Sati diangkat menjadi guru di sekolahnya. Barangkali Willem Iskander lah guru formal termuda, 15 tahun, dalam sejarah pendidikan Indonesia. Pada saat yang sama ia juga diangkat oleh Godon menjadi juru tulis bumiputera (adjunct inlandsch schrijfer) di kantor Asisten Residen Mandailing Angkola di Panyabungan. Jabatan guru dan juru tulis itu dijabatnya dua tahun, menggantikan Haji Nawawi yang berasal dari Natal, sampai menjelang keberangkatannya ke Negeri Belanda bersama Godon, Februari 1857.

Selasa, Maret 29, 2011

WILLEM ISKANDER (1840-1876): Pelopor Pendidikan dari Sumatera Utara

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Willem Iskander dalam blog ini Klik Disini

Sati Nasution gelar Sutan Iskandar

Baginda Mangaraja Enda, generasi III Dinasti Nasution, mempunyai tiga orang isteri yang melahirkan raja-raja Mandailing. Isteri pertama boru Lubis dari Roburan yang melahirkan putera mahkota Sutan Kumala Sang Yang Dipertuan Hutasiantar. Baginda Mangaraja Enda menobatkan Sutan Kumala Sang Yang Dipertuan Hutasiantar menjadi raja di Hutasiantar dengan kedudukan yang sama dengan dirinya.

Isteri kedua, boru Hasibuan dari Lumbanbalian yang melahirkan empat orang putera yang kelak menjadi raja. Mereka adalah Sutan Panjalinan raja di Lumbandolok, Mangaraja Lobi raja di Gunung Manaon, Mangaraja Porkas raja di Manyabar dan Mangaraja Upar atau Mangaraja Sojuangon raja di Panyabungan Jae.