*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sumpah Pemuda dalam blog ini
Klik Disin
 |
| Pejuang Revolusioner: Adik dan Abang |
Parada Harahap dan Sukarno adalah
dua sosok pemuda revolusioner di jamannya. Keduanya secara demografis tidak
terlalu beda usia (Parada Harahap lahir di Padang Sidempuan tahun 1899 dan
Sukarno lahir si Surabaya tahun 1901), tetapi secara politis Parada Harahap
lebih senior dan lebih berpengalaman. Parada Harahap bermain politik pada usia
16 tahun pada tahun 1917 di Medan, sedangkan Sukarno pada usia 25 tahun (setelah sarjana) pada tahun 1926 di
Bandung. Pada saat Sukarno mulai tekun menulis dan mengirimkannya ke
surat kabar tahun (1926), Parada Harahap sudah memiliki percetakan dan surat
kabar bertiras paling tinggi di Batavia. Oleh karena itu, secara sosial-politik
antara Parada Harahap dan Sukarno dapat dibedakan sebagai dua generasi yang
berbeda.
Parada Harahap dan Sukarno
Parada Harahap telah menggagas
dibentuknya PPPKI (di rumah Husein Djajadiningrat lalu diangkat sebagai
sekretaris; ketua diangkat MH Tamrin).
Pada Konferensi PPPKI di Bandung diputuskan diadakan Kongres PPPKI di
Batavia tanggal 28 Oktober 1928 yang mana ketua panitia kongres adalah Dr.
Soetomo.
Dalam Kongres PPPKI, beberapa orang berbicara termasuk
Sukarno. Kesimpulan pidato Sukarno dalam kongres ini adalah Satu nusa, Satu
bendera dan Satu bangsa (Een land. Een vlag, Een volk). Ini berbeda dengan
rumusan dari Putusan Kongres dari Kongres Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928,
yaitu: Satu nusa, Satu bangsa dan Satu bahasa.
Dalam pembentukan PPPKI tidak
termasuk PNI. Yang hadir dalam pembentukan PPPKI ini adalah Budi Utomo,
Pasundan, Kaoern Betawi, Sumatranenbond, Persatoean Minahasa, Sarekat Amboncher
dan NIB. Parada Harahap mewakili Sumatranen Bond.