*Lihat juga Youtube Channel disini: POESTAHA DEPOK
*Untuk melihat semua artikel Sejarah Budaya dalam blog ini Klik Disini
Jauh sebelum Diana Nasution, sudah malang melintang di tingkat nasional nama-nama penyanyi-pemusik asal Angkola Mandailing. Sebut saja misalnya Andalas Datoe Oloan dengan nama pop Ucok AKA Harahap, Erwin Harahap dan Rinto Harahap (The Mercy’s) dan Alfian Harahap. Lagu-lagu mereka hingga ini hari masih dikenal dan dikenang publik secara luas. Rinto Harahap dan Erwin Harahap (Lolypop) adalah yang mengorbitkan Diana Nasution di pentas musik nasional. Buku "Sejarah Klub Como 1907" oleh Akhir Matua Harahap (xvi, 826 hlm) segera terbit Deepublish
Alfian Rusdi Harahap (27 April 1942 – 11 Januari 1992) adalah penyanyi, pemusik, dan pencipta lagu yang dikenal lewat lagunya yang paling hits berjudul Semalam di Cianjur, direkam tahun 1965. Beberapa lagu lainnya yang terkenal adalah Salawati, Bimbang, Senja di Kaimana, Dara Singapura, Sebiduk di Sungai Musi, Terpesona, dan Tiada Tangis Mengiringi Perpisahan. Tidak banyak yang diketahui tentang masa kecilnya di Sumatera Utara. Hanya diketahui bahwa ia mulai menunjukkan bakat menyanyi pada usia 20 tahun. Saat itu ia kerap mencontoh gaya Elvis Presley, yang tengah digandrungi anak-anak muda pada era awal 1960-an. Pada usia 20-an tahun itu Alfian sudah mulai menulis lagu seperti 'Terkenang Ibu', 'Relakan', 'Di Mana Kasih'. Berkarier di daerah asalnya tidak mampu mengangkat namanya menjadi seorang penyanyi seperti yang diinginkannya. Bermodalkan kemampuan olah vokal dan menulis lagu, pada 1964 Alfian memutuskan merantau ke Jakarta. Di ibukota ia berhasil meyakinkan perusahaan rekaman untuk merekam suaranya dan mengorbitkannya sebagai seorang penyanyi. Ia merekam suara emasnya di PT Remaco, perusahaan rekaman terkenal masa itu. Debut perdananya dengan album Senja di Kaimana sangat sukses. Setahun kemudian, 1965, Alfian meraih beberapa penghargaan termasuk salah satunya dari Radio Republik Indonesia (RRI) (Wikipedia).
Lantas bagaimana sejarah penyanyi dan pemusik asal Angkola Mandailing tempo doeloe? Tentu saja tidak hanya Alfian, Erwin, Rinto dan Andalas Datoe Oloan, jauh sebelum mereka sudah dikenal pemusik asal Angkola Mandailing di Djakarta. Lalu bagaimana sejarah penyanyi dan pemusik asal Angkola Mandailing tempo doeloe? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.






