Senin, Mei 20, 2024

Sejarah Dolok Malea (3): Nama Dolok Malea dan Nama BahasaMelayu;Nama Molayu oleh I’tsing hingga Nama Malaiur Prasasti Tanjore


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dolok Malea di blog ini Klik Disini


Salah satu yang masih misteri dalam sejarah zaman kuno adalah nama Molayu yang disebut oleh I’tsing pada abad ke-7. Para peneliti pada era Hindia Belanda, menyebut nama tempat Molayu itu di Jambi tetapi juga ada yang tidak sependapat. Pada abad ke-11 dalam prasasti Tanjore disebut nama Malaiur. Marco Polo dalam pelayarannya juga menyebut nama Malaiur.


Nepenthes dubia (Malea, Sumatra). Description. Nepenthes dubia is known from only two mountains: Mount Talakmau, West Sumatra (1800-2700m), and Gunung Malea, North Sumatra (1600-2200m). These plants are from the second and more recently discovered location. The lower pitchers of this variety are reddish, and often quite dark. Young plants are much more colorful than comparable plants from G. Talamau. The upper pitchers on this form are pure yellow or yellowish green, as opposed to the more orange uppers from G. Talamau. Intermediate pitchers are often striped. Nepenthes dubia is a diminutive and dainty species known from only two peaks in the Barisan mountain range of Sumatra. N. dubia is found growing in mossy forests, either epiphytically at lower elevations, or terrestrially in moss clumps at high altitudes (2200m+) amongst the stunted alpine vegetation. It is a true highland plant, though faster growing than many other highlanders. The name ëdubiaí is latin for ìdoubtfulî referring itís similarity to N. inermis and initially being mistaken for a possible hybrid. (https://wistuba.com/)

Lantas bagaimana sejarah nama Dolok Malea dan nama bahasa Melayu? Seperti disebut di atas dalam pelayaran I’tsing abad ke-7 menyebut nama Molayu. Sumber lain pada abad ini adalah prasasti Kedukan Bukit dan nama Malaiur di dalam prasasti Tanjore abad ke-11. Bagaimana dengan nama Dolok Malea? Lalu bagaimana sejarah nama Dolok Malea dan nama bahasa Melayu? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Minggu, Mei 19, 2024

Sejarah Dolok Malea (2):Danau Siabu Danau Zaman Kuno Sungai Batang Angkola dan Batang Gadis Bermuara; Rodang di Siabu


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dolok Malea di blog ini Klik Disini

Di pulau Sumatra banyak danau pegunungan, seperti danau Takengon, danau Toba, danau Siais, danau Maninjau, danau Kerinci dan danan Rau.Yang terbesar danau Toba. Di Angkola Mandailing juga ada danau Marsabut di Sipirok dan danau Laut di Pakantan. Dalam hubungan tersebut, apakah rodang di Siabu adalah danau yang hilang di masa lampau?


Terkait Rodang di Siabu, Lebih Menjanjikan Dibuat Waduk dan PLTA. 10/09/2017. Irwan Hamdani Daulay, SPd. Siabu (Malintangpos Online): Tokoh Pemuda Kab.Madina Irwan H Daulay menilai terkait Rodang Kec Siabu, lebih layak dijadikan sebagai waduk untuk sentra perikanan darat, obyek pariwisata dan PLTA daripada dibuat sawah baru. “Rodang yang luasnya 500 Ha, yang berada di wilayah Tapsel dan Madina tersebut sangat tidak layak untuk daerah pertanian sawah karena lahannya lebih rendah dari permukaan dua sungai besar, Bt Gadis dan Bt Angkola dan jika musim hujan sering meluap. Upaya pengerukan dan peledakan batu cadas di pertemuan kedua sungai besar tersebut tidak akan menjadi solusi, karena secara teknis celah batu cadas (dikenal sebagai lompatan harimau), sulit untuk dilakukan, meskipun sudah pernah di ledakkan sebelumnya. Di lokasi Lompatan Harimau di areal Rodang, lebih memungkinkan dibangun Waduk untuk PLTA dibendung untuk dijadikan waduk atau danau buatan untuk budi daya perikanan darat dan pariwisata. (https://malintangpos.co.id/)

Lantas bagaimana sejarah Danau Siabu, danau zaman kuno dimana sungai Batang Angkola dan sungai Batang Gadis bermuara? Seperti disebut di atas di Siabu pada masa kini hanya dikenal rodang na bolak. Apakah rodang Siabu sisa danau zaman kuno? Lalu bagaimana sejarah Danau Siabu, danau zaman kuno dimana sungai Batang Angkola dan sungai Batang Gadis bermuara? Lantas bagaimana sejarah Danau Siabu, danau zaman kuno dimana sungai Batang Angkola dan sungai Batang Gadis bermuara? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Jumat, Mei 17, 2024

Sejarah Dolok Malea (1): Dolok Malea Batas Wilayah Mandailing dan Padang Lawas; Candi Simangambat dan Candi Sangkilon


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dolok Malea di blog ini Klik Disini

Seperti halnya sejarah Dolok Hole yang mewakili perbatasan wilayah Saipar Dolok Hole dan wilayah Padang Lawas (Utara); sejarah Dolok Malea dapat dikatakan mewakili perbatasan wilayah Panyabungan (Mandailing) dan wilayah Padang Lawas. Wilayah Dolok Hole (gunung Tampoelonandjing) adalah hulu sungai Batang Pane yang mengalir ke timur ke sungai Barumun; sementara hulu sungai Barumun berada di Dolok Malea.


Dolok Malea dengan tinggi 1800 M. Gunung tertinggi yang membatasi wilayah Mandailing dan wilayah Padang Lawas. Puncak gunung Dolok Malea merupakan hulu sungai Barumun yang mengalir ke pantai timur. Puncak gunung Dolok Malea diapit oleh dua sungai yakni sungai Aek Baroemoen Siamoen dan sungai Aek Baroemoen Siambirang yang kemudian bersatu yang ke hilir disebut sungai Aek Baroemoen. Dalam hal ini Aek Baroemoen Siambirang adalah ujung hulu sungai Baroemoen karena lebih jauh ke atas dari Aek Baroemoen Siamoen. Sementara itui di sebelah barat lereng gunung Dolok Malea mengalir (1) sungai Aek Siala Pajoeng yang melalui kampong Mompang Djoeloe lalu bermuara ke sungai Aek Batang Gadis, (2) sungai Aek Sopo Batoe melalui kampong Ranto Poeran dan kampong Goenoeng Toea (Panjaboengan) lalu bermuara ke sungai Batang Gadis.

Lantas bagaimana sejarah Dolok Malea, batas wilayah Mandailing dan wilayah Padang Lawas? Seperti disebut di atas, Dolok Malea merupakan hulu dari sungai Barumun. Candi Simangambat du Mandailing dan candi Sangkilon di Padang Lawas. Lalu bagaimana sejarah Dolok Malea, batas wilayah Mandailing dan wilayah Padang Lawas? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, Mei 16, 2024

Sejarah Dolok Hole (11): Batang dan Nama Pohon dan Nama Sungai di Tanah Batak; Pamatang dan Asal Nama Batak dan Angkola


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Saipar Dolok Hole di blog ini Klik Disini 

Bahasa Batak tidak mengenal kata emas. Bahasa Batak memiliki kosa kata sendiri tentang emas yakni sere. Orang Indo-Eropa dalam bahasa Sanskerta menyebut Pulau Emas sebagai Suvarna Dvipa. Prolomeus, seorang Yunani abad ke-2 dalam petanya menyebut Pulau Emas sebagai Aurea Chersonesus. Emas dalam bahasa Yunani adalah aurea. Bagaimana dengan chersonesus? Terdiri dari cherso dan nesus. Nesus dalam bahasa Yunani adalah pulau. Lalu apakah cherso berasal dari kata sere? Apakah Pulau Emas adalah Pulau Sere atau Cherso Nesus?                                                                


Bahasa Batak tidak mengenal kosa kata emas, tetapi mengenal kata perak dan kata tembaga. Emas dalam bahasa Batak adalah sere (bahasa Yunani adalah chryse); perak adalah pirak (bahasa Yunani adalah argyre); tembaga adalah tumbaga (bahasa Yunani adalah cuprum). Pulau Andalas (berasal dari Andalusia); Pulau Perca (pohon-pohon penghasil getah seperti getah pohon damar dan getah pohon puli). Mengapa banyak nama tempat disebut Puli di Angkola Mandailing. Jenis pohon getah yang lainnya adalah pohon hapur (kapur Barus) dan pohon haminjon (kemenyan). Kapur Barus dalam bahasa Arab adalah kafura dan dalam bahasa Yunani adalah champer; haminjon dalam bahasa Yunani adalah benzoin. Pohon kemenyan hanya ditemukan di Tanah Batak, tetapi kemenyan banyak digunakan di Jawa. Kosa kata mana lebih tua haminjon atau kemenyan?

Lantas bagaimana sejarah batang nama pohon dan nama sungai di Tanah Batak? Seperti disebut di atas emas dalam bahasa Batak disebut sere dan batang tidak hanya mengindikasikan pohon tetpi juga sungai serta bagaimana dengan pamatang? Asal usul nama Batak dan nama Angkola. Lalu bagaimana sejarah batang nama pohon dan nama sungai di Tanah Batak? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah Dolok Hole (10): Somba Debata dan Tortor Somba-Somba; Nama Tempat Muara Opu hingga Nama Pelabuhan Somba Opu


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Saipar Dolok Hole di blog ini Klik Disini 


Somba Debata adalah nama tempat (kampong) di wilayah Saipar Dolok Hole. Seberapa tua kampong Somba Debata. Yang jelas somba dan debata adalah dua kosa kata bahasa Batak. Okelah, yang jelas juga ada nama tempat Moeara Opoe di hilir sungai Batangtoroe. Bagaimana dengan nama tempat Somba Opoe, suatu pelabuhan (kerajaan) Gowa di Sulawesi.   


SOMBA, eerbiedsbetuiging, waarbij de toppen der vingers tegen elkaar worden gebracht, terwijl de beide handpalmen naar elkaar zijn gekeerd en het hoofd terzelfder tijd wordt gebogen; manjomba, vereeren; marsomba toe, eene eerbiedsbetuiging maken tegen, aanbidden; marsombahon, iets eerbiedig verzoeken; manjombahon dosa, vergiffenis vragen voor zijn zonden; parsombaan, plaats, waar men vereert; sombaon, geest, die vereerd wordt; sombangkoe di ho, ik betuig u mijn eerbied. SOMBAJANG, de Mohamaden. ritueele godsdienstoefening; die godsdienstoefening verrichten (marsombajang) [SOMBA, penghormatan, dimana puncaknya jari-jari disatukan, sambil kedua telapak tangan saling berhadapan berbalik dan kepala menoleh pada saat yang bersamaan lengkung; manjomba, beribadah; marsomba untuk memberi isyarat hormat kepada, untuk menyembah; marsombahon, meminta sesuatu dengan hormat; manjombahon dosa, ampunan menanyakan dosa-dosanya; orbit parsom, tempat orang beribadah; sombaon, semangat, siapa yang dihormati; sombangkoe di ho, saya memberi hormat padamu. SOMBAJANG, praktik keagamaan ritual Islam; yang melakukan kegiatan keagamaan (marsombajang) (Kamus Bahasa Angkola Mandailing door Eggink, 1936)

Lantas bagaimana sejarah Somba Debata dan tortor somba-somba? Seperti disebut di atas kata somba adalah khas bahasa Angkola dan juga nama somba menjadi nama tempat. Nama tempat Muara Opu hingga nama pelabuhan Somba Opu. Lalu bagaimana sejarah Somba Debata dan tortor somba-somba? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Rabu, Mei 15, 2024

Sejarah Dolok Hole (9): Nama-Nama Tempat Berawalan Si di Wilayah Angkola; Nama Awal Sipirok, Apakah Sipirdot atau Sipirak?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Saipar Dolok Hole di blog ini Klik Disini 

Banyak nama tempat (kampong) diawali dengan nama Huta, Aek/Batang, Dolok, Pagaran/Paran, Tano dan Lobu. Juga banyak nama kampong (tempat) menggunakan kata Si diawal nama di wilayah Angkola seperti Sipirok, Simangambat dan Sipagimbar. Penamaan Siala Gundi berbeda dengan Sipirok, tetapi penamaan Siala Gundi lebih mirip dengan Saba Siala. Tentang nama Sipirok sendiri, apakah awalnya bernama Sipirdot atau Sipirak?


Nama-nama tempat dengan menggunakan awalan Si: Simotung, Sipagimbar, Sitabo-tabo, Simanosor, Sidapdap, Sigiring-giring, Situnggaling; Sihulambu, Silangkitang, Sigolang, Sipagabu; Sopogu; Sipirok, Sihosur, Sialaman, Sibadoar, Simaninggir, Situmba; Sipiongott, Sialang, Sibayo-Sibayo, Sibio-bio, Sibur-bur, Sigala-gala, Siguga, Sijantung, Sijara-jara, Sijorang. Silangge, Silogo-logo, Siloung, Simamba, Simangambat, Simaninggir, Simataniari, Simatorkis, Sinabongan, Singanyal, Siraga, Siranap, Situmbaga; Simanat, Simundol, Sigordang, Sihalo-halo, Simadihon, Sipogas, Sitonun, Silaiya; Sibargot, Siandomang, Sibaganding, Sibalanga. 

Lantas bagaimana sejarah nama tempat berawalan Si di wilayah Angkola? Seperti disebut di atas banyak nama tempat dengan awalan Si di Angkola tetapi bukan seperti Siala Gundi tetapi seperti Sipirok. Nama awalnya Sipirok apakah Sipirdot atau Sipirak? Lalu bagaimana sejarah nama tempat berawalan Si di wilayah Angkola? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, Mei 14, 2024

Sejarah Dolok Hole (8): Tapus di Angkola, Tapos di Tanah Jawa, Tapus di Kalimantan; Dimana Nama Tempat Tapus Bermula?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Saipar Dolok Hole di blog ini Klik Disini 

Tidak sedang membicarakan nama tempat Tapos di Depok, Jawa Barat dan juga bukan nama tempat Tapus di Sumatera Selatan dan di Kalimantan Selatan. Banyak nama tempat di Tapanuli Selatan dengan nama Tapus. Ada di kecamatan Aek Bilah dan ada juga di kecamatan Sipirok. Bagaimana nama Tapus terdapat di berbagai tempat?                                                                            


Aek Bilah adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Tapanuli Selatan. Ibu kota kecamatan ini berada di desa Biru. Kecamatan Aek Bilah berbatasan dengan tiga kecamatan dan kabupaten, yakni Garoga di Tapanuli Utara, Na IX-X di Labuhanbatu Utara dan Dolok di Padang Lawas Utara. Kecamatan Aek Bilah terbagi menjadi desa-desa berikut: Aek Latong, Aek Urat, Biru, Gorahut, Huta Baru, Lobu Tayas, Sihulambu, Silangkitang, Sigolang, Tapus Godang, Tapus Sipagabu, Tolang. Dalam Sensus Penduduk Indonesia 2020, jumlah penduduk kecamatan ini sebanyak 7.395 jiwa. Penduduk kabupaten Tapanuli Selatan, pada umumnya merupakan suku Batak Angkola (Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah Tapus di Tanah Batak, Tapos di Tanah Jawa, Tapus di Kalimantan? Seperti disebut di atas banyak nama tempat Tapus di Tapanuli Selatan. Dimana nama tempat Tapus bermula? Lalu bagaimana sejarah Tapus di Tanah Batak, Tapos di Tanah Jawa, Tapus di Kalimantan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.