Rabu, Maret 21, 2012

Gus Irawan Pasaribu: Dari ‘Gubernur Bank Sumut’ Menuju ‘Bang Gubernur Sumut’

Baca Juga:
Gus Irawan Pasaribu:
Suatu Momentum
Menjadi Gubernur
Sumatra Utara
Ada dua tokoh Tapanuli Bagian Selatan yang saya kenal yang berkiprah di bidang perbankan pada saat ini, yaitu: Darmin Nasution dan Gus Irawan Pasaribu. Mereka berdua sama-sama mulai dari status Direktur kemudian menjadi Gubernur. Darmin Nasution lahir dan menyelesaikan pendidikan sampai tingkat SMA di Kotanopan adalah Gubernur Bank Indonesia saat ini, yang dulu menjadi senior saya di FEUI sebagai peneliti. Pada saat saya diangkat sebagai peneliti (1991) di Lembaga Demografi (LD), Bang Darmin ini adalah Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM). Ini berarti Darmin Nasution mulai dari Direktur kemudian menjadi Gubernur. Sedangkan Gus Irawan Pasaribu adalah Direktur Bank Sumut yang kemudian mendapat ‘gelar baru’ dari masyarakat (yang dipopulerkan oleh TB Silalahi) sebagai Gubernur Bank Sumut (Sumatera Utara) yang dulu menjadi teman sekolah semasa SMP di Padang Sidempuan. Ini dengan sendirinya Gus Irawan Pasaribu juga mendapat promosi dari masyarakat dari Direktur menjadi ‘Gubernur’.

***

Gus Irawan Pasaribu, kini tengah digadang-gadang oleh masyarakat dan juga telah mempersiapkan diri secara serius untuk menjadi Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Utara 2013. Berdasarkan opini masyarakat luas dan dengan melihat track record-nya selama ini, Gus Irawan Pasaribu memiliki prospek dan sudah tentu tidak akan menemui kesulitan untuk menjadi orang nomor satu di Provinsi Sumatera Utara. Gus Irawan Pasaribu, selain masih muda (dirut bank termuda di negeri ini), pintar (mendapat pengakuan nasional sebagai pimpinan bank yang handal di Indonesia) dan sejak lama telah merakyat (ketua KONI Sumut dua periode), beliau juga mendapat dukungan dari para tokoh senior Sumatera Utara dan Tapanuli Bagian Selatan. Lihat profilnya: Gus Irawan Pasaribu: Bankir, Ketua KONI dan Pemain Sepak Bola

Selasa, Februari 14, 2012

Qua Vadis, Swasembada Pangan di Tapanuli Bagian Selatan: Anomali Surplus Beras di Kota Padang Sidempuan dan di Kecamatan Batang Angkola



Daerah Tapanuli Selatan dulu dikenal sebagai lumbung padi dan penghasil beras yang penting di Sumatera Utara. Daerah-daerah yang menjadi sentra produksi beras di masa lalu antara lain Panyabungan, Sipirok, Padang Bolak, dan Batang Angkola. Kini, Tapanuli Bagian Selatan tampaknya mulai lunglai untuk mencapai kejayaannya menuju swasembada beras. Namun, aneh tapi nyata: Kota Padang Sidempuan di masa kini justru memperoleh predikat swasembada beras ketika daerah-daerah lainnya mengalami kesulitan untuk meraihnya.

Daerah Batang Angkola tetap menjadi harapan, terbukti Kecamatan Batang Angkola sudah  mengalami swasembada kembali. Di Kecamatan Batang Angkola terdapat 2.689 hektar sawah yang menghasilkan 140.372 Ton Gabah Kering Giling (GKG) yang setara dengan 76.818 Ton beras.  Sementara jumlah penduduk Kecamatan Batang Angkola pada tahun 2011 adalah sebanyak 40.317 jiwa.  Kebutuhan beras bagi seluruh penduduk setiap tahun sebanyak 6.673 Ton. Ini berarti pada 2011 Kecamatan Batang Angkola terjadi surplus sebanyak 70.146 Ton atau 91,31 persen dari hasil panen yang ada.   

Minggu, Februari 05, 2012

Pendaftaran SNMPTN 2012 'Jalur Undangan'


Pendaftaran SNMPTN-2012 "Jalur Undangan" secara online. Tugas ini sebenarnya dilakukan oleh Kepala Sekolah SMA/SMK, namun anda perlu juga memantau anak, adik, saudara anda agar prospeknya menjadi lebih baik untuk memasuki PTN di Indonesia. Semoga sukses. 


Lihat http://www.snmptn.ac.id/i_home.php

Berikut adalah nama-nama SMTA yang diundang:

Kamis, Februari 02, 2012

Industri Bahan Logam di Tapanuli Bagian Selatan: Peranan Pandai Besi Desa Sipange Kecamatan Sayur Matinggi



Industri bahan logam di Tapanuli Bagian Selatan hanya terdapat di beberapa tempat (Tabel-1). Dari total 130 unit industri bahan logam yang ada sebanyak 93 unit berada di Kabupaten Tapanuli Selatan. Jika diperhatikan secara spesifik, 70 unit diantaranya terkonsentrasi di  Desa Sipange, Kecamatan Sayur Matinggi. Ini menunjukkan bahwa Sipange merupakan sentra industri bahan logam terpenting di Tapanuli Bagian Selatan. [Lihat juga: "Industri Kecil dan Kerajinan Rumahtangga di Tapanuli Bagian Selatan: Dahulukan Modal atau Pasar?"]

Desa Sipange sendiri bearada di jalur lintas Sumatera, antara Kota Padang Sidempuan dan Panyabungan. Sebagai sentra industri bahan logam, keutamaan Sipange adalah  bahwa sebanyak 75 persen masyarakatnya menggeluti usaha kerajinan pandai besi untuk memenuhi kebutuhan sehari–hari. Teknik pengolahan  yang ada umumnya masih bersifat tradisional. Jenis peralatan yang selama ini di produksi antara lain: parang (lading), arit (sasabi), tajak, kored (tajak baletong), cangkul (pakkur), garpu  dan lain sebagainya.  

Minggu, Januari 29, 2012

ULTAH Pertama BLOG ‘Tapanuli Selatan Dalam Angka’: 100 Artikel dan 26.000 Pageview


Oleh Akhir Matua Harahap


Blog ini diperkenalkan (launching) pada tanggal 11 Januari 2011 (11-1-11). Ini berarti bulan Januari adalah ulang tahun yang pertama (Ultah-I) blog Tapanuli Selatan Dalam Angka (TSDA). Gagasan awal pembuatan blog ini karena berbagai keluhan dari teman-teman yang membutuhkan data dan informasi seputar Tapanuli Bagian Selatan. Mereka terkesan sulit menemukan data yang akurat tentang berbagai aspek di Tapanuli Bagian Selatan melalui internet. Blog ini berupaya untuk memenuhi kebutuhan data dan informasi tersebut. Penamaan blog ini dengan Tapanuli Selatan dalam Angka hanya semata-mata sebuah nama belaka yang mudah diingat. Jika disimak makna yang diambil dari nama tersebut boleh jadi: (1) isi artikel yang diunggah (upload) sangat menekankan perlunya angka atau data, dan (2) memperkuat positioning buku publikasi BPS dalam menyebarluaskan data dan informasi tentang Tapanuli (Bagian) Selatan.

Artikel yang pertama kali di unggah dalam blog Tapanuli Selatan Dalam Angka adalah artikel dengan judul: “Meneliti Itu Mudah” (15 Januari 2011). Artikel ini sesungguhnya adalah artikel ‘copas’ (copy paste) dari artikel saya sendiri di blog lain yang juga sudah pernah dimuat dalam sebuah majalah ilmiah nasional. Isi artikel ini sangat strategis sebagai pintu masuk dalam blog, sebagaimana Tapanuli Selatan Dalam Angka yang sarat dengan artikel-artikel yang menyajikan data dan informasi.Jumlah keseluruhan penayangan (pageview) oleh para pembaca dari semua artikel terhitung sampai akhir bulan Januari ini sudah melampaui angka 26.000 penayangan. 

Jumat, Januari 27, 2012

Piramida Penduduk 2010: Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas Utara dan Kabupaten Padang Lawas


Oleh Akhir Matua Harahap


Badan Pusat Statistik (BPS) telah mempublikasikan hasil Sensus Penduduk (SP) 2010 tentang ‘jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin menurut kabupaten/kota’. Hasil SP 2010 terbaru, baru-baru ini juga telah mempublikasi data tentang ‘jumlah penduduk menurut kelompok umur. Dari data karakteristik umur ini kita sudah bisa mempelajari lebih spesifik mengenai dinamika kependudukan yang terjadi. Dinamika kependudukan berdasarkan kelompok umur dapat dipahami melalui konstruk piramida penduduk. Diharapkan informasi ini dapat dijadikan sebagai bahan untuk perencanaan pembangunan daerah.

 
Secara sepintas tampak terlihat bahwa bentuk piramida penduduk di Tapanuli Bagian Selatan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya (lihat gambar piramida). Piramida penduduk Kota Padang Sidempuan merupakan bentuk piramida ke arah yang 'ideal’, dimana proporsi kelompok umur (cohort) muda relatif telah menurun jika dibandingkan dengan kelompok umur sebelumnya. Ini mengindikasikan adanya pengaruh keberhasilan program KB dalam menurunkan jumlah penduduk. .Bandingkan dengan piramida penduduk Kabupaten Padang Lawas Utara dan Kabupaten Padang Lawas yang tampak lebih ‘gemuk’ pada kelompor umur muda jika dibandingkan kelompok umur yang lebih tua. Boleh jadi di dua kabupaten ini program KB belum efektif sebagai cara untuk menurunan jumlah penduduk.

Rabu, Januari 25, 2012

Penduduk Tapanuli: The remaining population of North Sumatra


Tapanuli adalah sebutan untuk daerah di pantai barat Sumatera Utara yang asal katanya dari "Tapian Nauli". Pada tahun 1980 penduduk daerah yang disebut Tapanuli ini berjumlah 1.666.654 jiwa. Dengan luas wilayah 32.358 Km2 maka kepadatan penduduk di wilayah Tapanuli sebesar 51 jiwa/Km2. Ini terbilang sangat jarang.

Secara teoritis penduduk Tapanuli setelah 30 tahun  pada tahun 2010 adalah sebanyak 2.444.658 jiwa. Dengan kata lain penduduk wilayah Tapanuli bertambah sebanyak 778.004 dalam tiga puluh tahun. Namun kini kenyataannya di tahun 2010, daerah Tapanuli yang hanya teridentifikasi dari tiga nama kabupaten: Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan luas wilayahnya hanya tersisa menjadi 10.362 Km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 853.967 jiwa.