*Untuk melihat semua artikel Sejarah Budaya dalam blog ini Klik Disini
Disebutkan dalam KBBI, bahasa Batak adalah penyumbang terbesar ketiga bahasa daerah. Kontribusi bahasa daerah tersebut masih akan terus bertambah. Namun jika digali dari kamus bahasa Angkola Mandailing, banyak kosa kata yang dapat dipromosikan ke dalam KBBI, yang dalam hal ini, sejumlah kosa kata yang memiliki arti toponimi yang penting yang sudah eksis sejak masa lampau seperti “garoga’, “arse”, “binanga”, “huraba” dan lainnya.
KBBI menyerap ribuan kosakata dari bahasa daerah, dengan Bahasa Jawa menjadi penyumbang terbesar (lebih dari 6.000 kata), diikuti Bahasa Sunda, Batak, Dayak, dan Minangkabau, mencerminkan kekayaan bahasa daerah yang memperkaya kosakata Bahasa Indonesia, meskipun totalnya sangat kecil dibanding seluruh entri KBBI. Hingga Oktober 2025, Bahasa Jawa menyumbang 6.223 kosakata, Sunda 2.018, Batak 1.856, dan Dayak 1.801 kata, menunjukkan kontribusi signifikan dari beberapa bahasa daerah utama.Penyumbang Terbesar Kosakata Bahasa Daerah dalam KBBI (Data Oktober 2025) Bahasa Jawa: 6.223 kosakata; Bahasa Sunda: 2.018 kosakata; Bahasa Batak: 1.856 kosakata; Bahasa Dayak: 1.801 kosakata; Bahasa Minangkabau: 1.402 kosakata;Bahasa Melayu Riau: 1.013 kosakata; Bahasa Madura: 857 kosakata; Bahasa Bali: 839 kosakata. Fakta Penting Lainnya: Jumlah Total Kosakata: KBBI terus berkembang, dengan lebih dari 200.000 entri pada edisi terakhir, dan lebih dari 210.000 pada Oktober 2025 (AI Wikipedia).
Lantas bagaimana sejarah bahasa Angkola Mandailing dalam KBBI? Seperti disebut di atas, banyak kosa kata bahasa Batak dalam KBBI, tetapi itu akan tetap bertampah dari waktu ke waktu. Dalam konteks inilah penting memperhatikan kosa kata toponimi dari bahasa Batak Angkola Mandailing seperti “garoga”, “arse”, :binanga”, “huraba” dan lainnya. Lalu bagaimana sejarah bahasa Angkola Mandailing dalam KBBI? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.
