*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Peradaban Kuno di blog ini Klik Disini
*Untuk
melihat semua artikel Sejarah Padang Sidempuan di blog ini Klik Disini
Nama
Karo boleh jadi dapat dihubungkan dengan nama yang disebut Haru dalam teks Majapahit
Negarakertagama (1365 M). Nama-nama di Sumatra bagian utara yang diidentifikasi
Prof Kern (1919) berdasarkan teks Negarakertagama adalah Rekan, Mandahiling, Lawas,
Pane, Tamihang, Haru. Kampe, Parllak, Samudra, Lamuri, Barus dan Barat. Meski
identifikasi peta yang dibuat Kern masih diragukan, tetapi nama-nama tersebut
cukup jelas pada masa kini, kecuali nama Haru yang dipetakan Kern berada di
antara Tamihang dan Parllak. Pada peta-peta Portugis nama Haru yang paling
mirip di kawasan itu adalah Ambuaru [Ambuaru, Jambuaru; aru dalam bahasa India
selatan diartikan sungai; kini Ambuaru diduga Jambu Ayer]

Oleh karena perdagangan di pantai timur India telah
menuju Tiongkok, Kerajaan Chola di India selatan melakukan invasi 1022 M dan
mencapai selat Malaka (prasasti Tanjore 1030). Nama-nama yang disebut di seputar
selat Malaka antara lain Kadaram (Kedah), Sriwijaya, Panai, Malaiyur (Malaka, Ilangasogam
[Binanga-Sunggam], Ilamuri-Desam [Lamuri]. Pasca pendudukan Chola, Kerajaan Aru
yang beribukota di Binanga dan Kerajaan Sriwijaya (yang telah relokasi dari
muara Batanghari ke daerah aliran sungai Musi, Palembang) bangkit kembali. Raja-raja
Kerajaan Aru menghianati Hindoe dan kembali ke Boedha tetapi dengan sekte baru
yang disebut Schnitger (1935) asebagai agama Boedha Batak sekte Bhairawa. Pada
fase inilah terjadi hubungan erat Kerajaan Singhasari yang baru berkembang
menggantikan Kerajaan Kadiri, dengan Kerajaan Aru di muara sungai Barumun. Raja
terkenal Singhasari Kertanegara menjadi pendukung fanatik sekte Bhairawa.
Setelah Kertanegara terbunuh 1392, kemudian terbentuk Kerajaan Majapahit
(1293). Sebagaimana Singhasari Kerajaan Mauli di hulu sungai Batanghari juga
penganut sekte Bhairawa. Salah satu raja terkenal Kerajaan Mauli (Kerajaan
Dharmasraya) Adityawarman yang telah merelokasi ibu kota ke pedalaman
[Pagaroejoeng] juga pendukung fanatik sekte Bhairawa. Adityawarman meninggal
tahun 1375. Pada era inilah teks Negarakertagama disusun, setahun setelah patih
Majapahit, Gajah Mada meninggal.
Lantas
bagaimana sejarah Karo dan pengaruh Kerajaan Aru pada zaman kuno? Seperti yang disebut di atas nama Karo yang sekarang
mirip dengan nama Haru pada era Majapahit (Negarakertagama). Okelah itu satu
hal. Hal yang lebih penting adalah bagaimana sejarah di wilayah Karo yang
sekarang pada zaman kuno? Tentulah sejarah Karo berdampingan dengan sejarah
Simalungun. Seperti
kata ahli sejarah
tempo doeloe, semuanya
ada permulaan. Untuk menambah
pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri
sumber-sumber tempo doeloe.