*Untuk melihat semua artikel Sejarah Peradaban Kuno di blog ini Klik Disini
*Untuk melihat semua artikel Sejarah Padang Sidempuan di blog ini Klik Disini
Pada artikel sebelum ini telah dideskripsikan Candi Simangambat. Sebelum mendeskripsikan candi Padang Lawas, perlu dideskripsikan terlebih dahulu tentang pelabuhan Angkola Mandailing. Candi Simangambat pada zaman kuno merujuk pada pelabuhan di pantai barat (seperti di Siais atau Sangkoenoer). Dalam perkembangannya, pelabuhan Angkola Mandailing ini bergeser dari barat bergeser ke timur di Binanga. Pelabuhan Binanga tidak hanya simpul perdagangan (baru) dari Mandailing dan Angkola, juga dari Toba (seputar danau Toba). Perkembangan yang sangat pesat inilah kemudian menyebabkan banyaknya candi-candi di sekitar Binanga (percandian Padang Lawas).
Lantas bagaimana sejarah asal usul pelabuhan Binanga di sungai Batang Baroemoen? Tentulah pertanyaan ini kurang mendapat perhatian bahkan tidak ada yang peduli. Padahal kota Binanga pada masa lampau adalah pelabuhan besar di Tanah Batak, pelabuhan yang setara dengan pelabuhan Palembang dan pelabuhan Kedah (di Semenanjung). Lantas apa hubungan tiga pelabuhan zaman kuno ini? Tampaknya Binanga pernah menduduki Sriwijaya Palembang. Bagaimana, bisa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

