Pesantren di Sumatera Utara Terkonsentrasi di Tapanuli Bagian Selatan: Pesantren Modern ‘Musthafawiyah’ (Purba Baru) yang Tertua dan Terbesar


Sebaran Pondok Pesantren di Sumatera Utara

Semua provinsi di Indonesia terdapat pondok pesantren dan konsentrasinya terdapat di Pulau Jawa. Jumlah pesantren terbanyak terdapat di Provinsi Jawa Timur. Menurut versi pemerintah (Direktori Kementerian Agama RI) di Jawa Timur terdapat sebanyak 4.404 buah. Posisi kedua terdapat di Jawa Barat sebanyak 4.322 buah dan disusul oleh Jawa Tengah sebanyak 2.574 buah. Sedangkan di Sumatera jumlah pesantren terbanyak terdapat di NAD sebanyak 1.043 buah (posisi keempat di Indonesia). Sementara di Sumatera Barat terdapat 206 buah pondok pesantren, dan di Provinsi Riau sebanyak 139 buah.

Berdasarkan data Podes (BPS) 2008 hanya  sebanyak 194 buah pondok pesantren di Provinsi Sumatera Utara. Dari jumlah tersebut sebanyak 96 buah pondok pesantren  berada di Tapanuli Bagian Selatan. Ini berarti hampir separuh jumlah pesantren di Sumatera Utara berada di Tapanuli Bagian Selatan. Dengan kata lain, Tapanuli Bagian Selatan merupakan wilayah utama sebaran pondok pesantren di Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan distribusi pondok pesantren menurut kabupaten/kota di Sumatera Utara, jumlah terbanyak terdapat di Kabupaten Mandailing Natal yaitu sebanyak 33 buah (Tabel-1).


Tabel-1. Jumlah Pesentren Menurut Kabupaten/Kota di Sumatera Utara
No
Kabupaten/Kota
Jumlah
Persen

Tapanuli Bagian Selatan (96 buah)

1
Mandailing Natal
33
17.0
2
Tapanuli Selatan
15
7.7
3
Padang Lawas Utara
24
12.4
4
Padang Lawas
19
9.8
5
Padang Sidempuan
5
2.6

Kabupaten/Kota Lainnya (90 buah)

6
Labuhan Batu Selatan
21
10.8
7
Deli Serdang
17
8.8
8
Langkat
15
7.7
9
Simalungun
10
5.2
10
Medan
9
4.6
11
Serdang Bedagai
5
2.6
12
Asahan
5
2.6
13
Binjai
4
2.1
14
Tapanuli Tengah
4
2.1

Lainnya: Hanya terdapat 1 buah pesatntren:
Nias, Dairi, Karo, Nias Selatan, Batu Bara, 
Tanjung Balai, Tebing Tinggi dan Pematang 
Siantar.
8
4.1
Jumlah
194
100.00

Sumber: Diolah dari PODES (BPS) 2008
Catatan: Tidak terdapat pesantren: Tapanuli Utara, Toba Samosir,
Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Samosir dan Sibolga


Pesantren Modern ‘Musthafawiyah’ Purba Baru: Tertua dan Terbesar

Pesantren dan Santri Purba Baru (foto aeksingengu.blogspot.com)
Di Sumatera Utara, pondok pesantren tertua adalah Ponpes ‘Musthafawiyah’ yang terdapat di desa Purba Baru di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal.  Pesantren yang berlokasi di lintas Medan-Padang ini berdiri sejak tahun 1912. Pendiri pondok pesantren ini adalah Syekh Musthafa bin Husein bin Umar Nasution Al-Mandaily. Beliau adalah pengasuh pertama pondok pesantren tersebut, yang belajar ilmu agama selama 13 tahun di Makkah. Syekh Musthafa adalah dikenal sebagai ulama besar di Sumatera Utara yang meninggal pada November 1955 yang kemudian digantikan oleh anaknya yang  tertua. Pengasuh pondok pesantren yang sekarang adalah H. Bakri bin Abullah bin Musthafa Bin Husein bin Umar Nasution (cucu Syeikh Musthafa).

Pondok pesantren ini merupakan salah satu pondok pesantren moderen di Indonesia dan terbesar di Sumatera Utara. Pesantren yang juga dikenal dengan nama Pesantren Purba Baru ini memiliki 7.000-8.000 santri/santriyati. Umumnya santri  yang belajar di pondok pesntren ini adalah putra-putri dari Tapanuli Bagian Selatan plus putra-putri dari kabupaten/kota lain di Sumatera Utara, seperti Langkat, Medan dan Tapanuli Tengah. Popularitas pondok pesantren Sumatera Utara ini juga diakui di provinsi lain seperti Riau, Sumatera Barat dan Jambi.

Sebaran Pesantren di Tapanuli Bagian Selatan

Pondok pesantren di Tapanuli Bagian Selatan tersebar hampir di semua kecamatan (lihat Tabel-2). Beberapa diantara pondok pesantren ini ada juga yang terbilang pesantren besar dan moderen terdapat.

Ponpes KH. Ahmad Dahlan di Sipirok

Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan berlokasi di Siprok, Tapanuli Selatan. Pesantren ini merupakan hasil modernisasi pesantren Pendidikan Ulama Bahagian Pendidikan Muhammadiyah Tapanuli yang di rekomendasi oleh Muktamar tahun 1961 dan mulai didirikan pada tahun yang sama yaitu 1962 dengan Pimpinan pertama atau Direktur I adalah H. Abdul Rahim Pane. Selanjutnya tahun 1978, Oleh Kolonel Purnawirawan H.Amiruddin Siregar dimodernisir sehinga lokasinya dipindahkan dari Sipirok ke Lobu Tanjung Baringin Desa Kampung Setia Sipirok hingga sekarang ini yang diberi nama menjadi Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan Sipirok Tapanuli Selatan. Kemudian sekitar tahun 2004 kata modern diganti dengan kata Muhammadiyah, sehingga lengkapnya: Pondok Pesantren Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan Sipirok Tapanuli Selatan.

Saat ini, setelah management baru di bawah komando H.Jalaluddin Pane, S.H, anak dari H. Abdul Rahim Pane, Pondok Pesantren Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan Sipirok Tapanuli Selatan mencoba bangkit kembali dari keterpurukannya setelah sekian tahun tidak mampu mengembangkan sayap. Untuk itu management baru pondok ini, yang dimulai sejak 1 Mei 2009, telah berusaha mengubah wajah tampilan Pondok Pesantren Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan Sipirok Tapanuli Selatan, dengan mengadakan rehabilitasi fisik dan juga peningkatan kemampuan sumber daya manusianya dengan berbagai metode.

Ponpes Darul Mursyid di Saipar Dolok Hole

Pondok Pesantren Darul Mursyid berlokasi di daerah pegunungan (700 dpl) di desa Simanosor Julu, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan . Komplek Pesantren Darul Mursyid membentuk sebuah kota santri modern yang nyaman dengan pemandangan dikelilingi pegunungan. Kota santri yang sejuk dan jauh dari kebisingan serta polusi kota, sehingga menciptakan suasana yang kondusif bagi santri untuk menuntut ilmunya. Kota santri dengan segala kelengkapan sarana pendidikan dan fasilitas pendukungnya. Pesantren Darul Mursyid (PDM) memiliki areal  seluas 15 Ha.

Pesantren Moderen Unggulan Terpadu “Darul Mursyid” didirikan oleh Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) sebagai Pemilik sekaligus Badan Pengelola-nya dengan Ketua Umum pertama sekaligus pendirinya adalah Alm. Drs. H. Ihutan Ritonga. PDM mulai beroperasi pada TP. 1993/1994. PDM ini adalah sekolah prestasi, bukan sekolah pembinaan. Ini dibuktikan dengan adanya seleksi masuk untuk calon santri dan pembatasan jumlah total santri Tsawiyah dan Aliyah yang dibina pada setiap tahunnya tidak akan melebihi 1.000 orang.   Pesantren Darul Mursyid merupakan sekolah yang terintegrasi dan terpadu, dimana jenjang pendidikan di Pesantren Darul Mursyid (PDM) ditempuh selama 6 (enam) tahun, yaitu dimulai dari tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) selama 3 (tiga) tahun dan dilanjutkan pada Madrasah Aliyah (MA) selama 3 (tiga) tahun dengan menggunakan sistem Boarding School (berasrama).

Ponpes Nurul Falah di Panompuan

Pondok Pesantren Nurul Falah di Desa Panompuan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan berdiri tahun 1993 di bawah asuhan H Abdulloh Harahap. Pesantren ini salah satu pesantren berbasis NU di Tapanuli Bagian Selatan yang memiliki 510 santri/santriyah. Di pesntren ini pungutan SPP dihapuskan, dengan adanya program BOS. Selain itu sebagian guru  sumber ekonominya didukung dengan sekitar 10 hektar lahan perkebunan dan sekitar 2 hektar areal persawahan yang terletak disekeliling pesantren. Pesantren ini juga juga menerima jompo yang saat ini jumlah jompo sekitar 65 orang.

Visi-misi pesantren ini adalah untuk mencetak generasi muda menjadi ulama yang handal, mandiri dan tangguh untuk kemaslahatan umat ditengah kemajuan zaman. Santri-santriyah di pesantren ini tinggal di asrama dan pondok, pelajaran secara umum sesuai kurikulum dipusatkan pada pagi hari, sedangkan untuk pelajaran agama mulai dari salafiyah, mujataroh, latihan imam, albarzanzji, dan program lain yang tujuannya untuk mengkader ulama dipusatkan pada sore dan malam hari. Disamping itu sejak kelas 2 Tsanawiyah setiap santri secara bergiliran mulai dipakai menjadi imam di masjid.


Tabel-2. Jumlah Pesantren Menurut Kecamatan di Kabupaten
Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Padang
Lawas Utara, Kabupaten Padang Lawas dan Kota Padang Sidempuan
Kecamatan
Jumlah
keluarga
Jumlah
desa
Jumlah
pesantren
Kab. Mandailing Natal
97,330
395
33
Batahan
4,692
18
5
Sinunukan
3,866
13
1
Batang Natal
5,065
31
1
Lingga Bayu
5,088
18
1
Ranto Baek
2,506
16
1
Kotanopan
6,325
36
3
Ulu Pungkut
1,103
13
1
Tambangan
2,573
20
4
Lembah Sorik Marapi
4,586
9
2
Puncak Sorik Marapi
1,890
11
1
Muara Sipongi
2,852
15
1
Pakantan
653
8

Panyabungan
17,117
38
4
Panyabungan Selatan
2,265
11
1
Panyabungan Barat
2,165
10
1
Panyabungan Utara
4,566
12
2
Panyabungan Timur
3,017
15
2
Huta Bargot
1,439
13

Natal
6,457
29
1
Muara Batang Gadis
4,305
17

Siabu
11,195
24
1
Bukit Malintang
2,786
11

Naga Ujung
819
7





Kab. Tapanuli Selatan
59,825
497
15
Batang Angkola
8,281
57
4
Sayur Matinggi
8,958
54

Angkola Timur
4,043
39
2
Angkola Selatan
5,118
18
1
Angkola Barat
8,948
24
1
Batang Toru
6,470
29
1
Marancar
2,254
32

Muara Batang Toru
2,447
7

Sipirok
7,028
96
4
Arse
1,986
31

Saipar Dolok Hole
2,888
68
1
Aek Bilah
1,404
42
1




Kab. Padang Lawas Utara
50,184
386
24
Batang Onang
2,631
32
1
Padang Bolak Julu
2,129
23
1
Portibi
4,780
38
5
Padang Bolak
12,467
77
9
Simangambat
12,907
34
2
Halongonan
6,458
44
4
Dolok
4,550
86

Dolok Sigompulon
3,264
44
1
Hulu Sihapas
998
8
1




Kab. Padang Lawas
50,458
304
19
Sosopan
2,096
22

Ulu Barumun
3,269
15
1
Barumun
15,343
41
2
Lubuk Barumun
2,996
24
1
Sosa
5,744
39
7
Batang Lubu Sutam
2,395
28

Hutaraja Tinggi
9,136
31
5
Huristak
2,886
27
1
Barumun Tengah
6,593
77
2




Kota Padang Sidempuan
39,074
79
5
P. Sidempuan Tenggara
5,887
18
3
P. Sidempan Selatan
12,274
12
1
P. Sidempuan Batunadua
3,802
15

P. Sidempuan Utara
11,940
16

P. Sidempuan Hutaimbaru
3,544
10
1
P. Sidempuan Angkola Julu
1,627
8


Sumber: Diolah dari PODES (BPS) 2008

Sumber:
http://www.darulmursyid.com
http://ponpesmuhammadiyahkhadahlansipirok.blogspot.com/
http://www.sipirok.net
http://musthafawiyah.blogspot.com/

Tidak ada komentar: