Cara Membuat Kolam Renang Mini di Rumah


Oleh Akhir Matua Harahap

Olahraga renang merupakan salah satu bentuk olahraga yang yang menyehatkan, menyenangkan dan mampu membuat semua anggota keluarga bergembira ria. Keutamaan renang karena mampu  memberi  efek pada gerakan semua tubuh khususnya kaki, tangan dan leher/kepala. Gerakan leher/kepala ini sangat membantu menjaga keseimbangan sirkulasi darah/saraf dari tubuh ke otak/kepala melalui ‘bottle neck’ di leher. Kebiasaan kita membaca dan menulis apalagi dengan menggunakan computer berjam-jam dari dulu hingga nanti dapat memberi pengaruh pada kelenturan/kekakuan di leher/pundak. Mengatur keseimbangan antara kebiasaan kita dengan peranan renang dalam menjaga fungsi keseimbangan utamanya leher/pundak menjadi penting.

Persoalannya adalah keinginan untuk berenang kerap dihadapkan pada persoalan akses ke kolam renang: jauh dari rumah, repot, mahal (kalau rutin)—belum lagi mempertimbangkan kesehatan/kebersihan kolam renang dan privasi (terutama aurat).

Untuk mengatasi kebutuhan soal berenang dan kendalanya tadi, membuat kolam renang sendiri adalah solusinya. Akan tetapi membuat kolam kerap terdengar atau terkesan mahal apalagi melalui konsultan atau kontraktor.  Tulisan ini coba menginformasikan bahwa membuat kolam renang dapat dilakukan sendiri dan justru murah. Murah karena kita dapat menyiasatinya dan ukuran kolam mini  kira-kira seluas 5x2,5 meter, volume air 10-15 kubik dengan kedalaman bervariasi antara 80 cm hingga 180 cm.



Bagaimana memulainya?

  • Ada kebutuhan untuk berenang (kebugaran dan kesehatan) dan keinginan punya kolam renang sendiri dan memberi fasilitas bagi anak-anak atau keluarga di rumah untuk belajar renang, bergembira ria dan sebagainya.
  • Tersedia lahan dengan ruang terbuka minimal 6x3 meter baik disamping maupun belakang rumah. Jika hanya tersisa 3x3 meter yang terbuka dapat digabungkan dengan mengorbankan/substitusi atau komplemen dengan bagian rumah yang tertutup yang selama ini dipandang tidak efektif/kurang memuaskan. Jika ruang tertutup ingin tetap dimaksimalkan dengan kehadiran kolam, lantanya dapat ditinggikan baik dengan dak atau lantai kayu yang diatasnya tetap dapat difungsikan sebagai ruang kerja/ruang baca, ruang instirahat atau gudang atau apa saja. Ini malah lebih menarik karena kolam sebagian berada di luar bangunan rumah dan sebagian di dalam rumah. Jika hujan atau terik, berenang tetap bisa dilakukan. 
Biayanya berapa?
Membuat kolam renang sendiri jangan dibayangkan mahal, justru relatif murah. Biaya pembuatan kolam ini saya kira masih bisa dijangkau jika kita hubungkan dengan biaya rekreasi dan biaya kesehatan yang semakin mahal. Perkiraan kasarnya saya hitung hanya sekitar Rp 5 juta. Bagaimana bisa!
  • Konstruksi kolam. Biaya konstuksi beton cor sederhana termasuk upah tukang 3 juta, dan keramik 1 juta.
  • Peralatan  penyaringan/sirkulasi air yang meliputi wadah penyaringan (400 ribu), mesin penyedot dua buah (untuk menarik air dari bak penampungan limpahan ke wadah penyaringan 200 ribu dan untuk menyedot endapan/kotoran dari dasar kolam 100 ribu. Untuk bahan paralon, selang-selang dan serokan sekitar 100 ribu.
  • Bahan penjernih air, disinfektan dan kecantikan air kolam yang terdiri dari kaporit, tawas, soda api dan atau terusi sekitar 100 ribu.
  • Instalasi listrik yakni stop kontak ke mesin-mesin dan lampu-lampu sekitar 100 ribu.
    Biaya-biaya di atas adalah biaya minimal untuk pemilikan kolam renang dan olahraga renang murah tapi menyehatkan. Jika ingin kolam tambah luas, keramik yang harganya lebih mahal dan penambahan asesoris kolam atau bagian rumah di seputar kolam tentu menjadi lebih mahal (itu soal pilihan). Hanya saja biaya-biaya untuk pokok kolam renang yakni alat penjernihan dan sirkulasi air serta kebutuhan bahan-bahan kimia relatif tetap.

    Untuk desain kolam renangnya sendiri sangat simple. Disamping kolam renang, buat bak penampungan air limpahan kolam dengan volume 0,25 kubik . Kolam dan bak dihubungkan oleh  satu atau dua lubang di dinding bagian atas kolam  (kira-kira 10-20 cm dari teras kolam yang merupakan saluran pembuangan air limpahan kolam ke bak penampungan. Kemudian mesin sedot diletakkan di dalam bak yang berfungsi untuk memompa air dari bak ke wadah penyaringan yang berada di teras kolam. Wadah sendiri memiliki dua bagian yakni bagian penampungan air (ada ijuk) dan bagian tempat air bersih yang muncul ke permukaan wadah melalui sela-sela batu gamping. Wadah, batu gamping dan ijuk sudah satu paket pembelian. Selanjutnya air yang sudah bersih dialirkan/disalurkan kembali ke kolam (dengan arah yang berlawanan dengan bak) melalui paralon yang ditanam di bawah teras kolam.

    Bagaimana treatment airnya?

    Setelah semua konstruksi dan instalasi kolam renang selesai serta bahan tersedia, maka anda mulai melakukan proses treatment awal terhadap air kolam renang.

    • Isi air kolam sampai  penuh hingga pada batas bawah saluran limpahan air permukaan. Kalau takut tetangga marah, air dapat dibeli pada supplier air isi ulang sebanyak 3 tangki yang harganya per tangki 300 ribu. Tapi itu cukup mahal bukan?. Cara lain, harus bersabar, mengambil air melalui mesin pompa sedikit demi sedikit, nyalakan sejam stop dua jam, nyalakan lagi sejam, stop lagi hingga sekitar 10 kali dalam rentang waktu dua hari. Aman dan murah bukan?
    • Langkah selanjutnya adalah taburkan kaporit sekitar sekilo yang harganya 20 ribu. Esok harinya, efek dari kaporit ini pada air kolam adalah air kolam tampak kuning/kehijau-hijauan. Ini disebut pengejutan air kolam, dimana alga, lumut dan bakteri, virus hangus atau mati oleh kaporit tetapi masih tercampur larut dalam air. Berikutnya adalah memasukkan tawas 3-4 kilo dan soda api setengah kilo untuk membersihkan kotoran dari dinding kolam dan mengikat kotoran (proses koagulasi) dan jatuh mengendap ke dasar kolam. Tawas dalam bentuk bongkahan dipecah-pecah dan untuk mudahnya ditaruh di bawah keran wadah alat penyaring lalu alat penyaringan dinyalakan dan airnya membawa  larutan tawas/soda api ke dalam kolam. Tawas harganya 6 ribu perkilo dan soda api 20 ribu per kilo.
    • Setelah proses ini berlangsung dan selesai air dalam kolam akan tampak bersih, bening dan biru (usahakan keramik dinding dan dasar kolam warna putih) tetapi di dasar kolam akan tampak endapan yang terikat berwarna coklat. Endapan ini dibersihkan dengan alat sedot-yang rangkaiannya dirakit sendiri. Jika terlalu tebal atau banyak hasil sedotan dialirkan ke saluran pembuangan. Jika sedotan tipis atau sedikit dapat dialirkan ke wadah penyaringan.
    • Jika air kolam sudah bersih dan jernih maka air yang tampak biru, sesungguhnya kolam sudah bisa digunakan. Tapi kalau ingin warna biru air lebih gelap dan mengkilap, dapat ditambahkan terusi satu genggam setiap 3-4 hari. Satu kilo yang kira-kira 10 gengam harganya 25 ribu. Selanjutnya tindakan terakhir adalah melakukan sirkulasi air selama 6-8 jam. Setelah itu matikan alat sirkulasi (melalui stop kontak) dan angkat rangkaian penyedot endapan dari kolam dan  langsung saja cebur ke kolam. Eureka!
    • Setelah kolam selesai  digunakan, mungkin air kolam berkurang karena terbuang ke luar  maka tambahkan air dari air pompa langsung ke dalam kolam atau melalui bak. Usahakan keseimbangan permukaan air dalam kolam dan bak agar air mengalir secara proporsional. Jika sudah maka nyalakan mesin sirkulasi selama 6-8 jam. Untuk menjaga stabilitas air dan menghalangi pertumbuhan alga/lumut taburkan kaporit sebanyak 1-2 genggam setiap 3-4 hari.
      Supaya memudahkan impian anda, bahan-bahan dan peralatan pembuatan kolam renang dapat dibeli di toko-toko material (besi dan keramik, kaporit, tawas dan soda api, serta paralon dan selang). Di toko akuarium dapat dibeli wadah penyaring, mesin sedot air dan serokan) di Jalan Margonda Raya seberang Hotel Wiyata. Sedangkan untuk terusi dapat dibeli di toko kolam renang yang paling dekat dari Kota Depok di Jalan Ampera Raya—seberang Lembaga Administrasi Negara. Sebagai tambahan, untuk besi pengaman di atas pagar kolam yang berada di dalam rumah dapat dibeli besi krom (tapi bisa berkarat dalam air) 20 rb semeter dan holdernya 15 rb satu set dan tinggal di bor/fischer. Tetapi untuk besi pengaman di dalam kolam sebaiknya pakai besi/holder steinless. Di Depok ada di dekat halte jelang UI dari arah Jakarta atau di pertokoaan Kenari, Kampus Salemba, Jakarta Pusat. 

      Untuk anda yang tertarik silahkan melakukan sendiri. Jika ada kesulitan dalam pemikiran awal dapat berdiskusi dengan saya untuk bertukar pikiran baik melalui email mapun blog ini. Oleh karena bukunya sedang saya susun, maka diskusi pembuatan kolam renang mini ini sudah barang tentu akan memperkaya isi buku tersebut.

      Artikel terkait:

      Selamat mencoba sendiri.

      Akhir Matua Harahap

      Tidak ada komentar: