07/04/18

Sejarah MANDAILING (5): Sutan Puasa, Pendiri Kota Kuala Lumpur; Pengembangan Pariwisata di Tapanuli Bagian Selatan


*Semua artikel Sejarah Mandailing dalam blog ini Klik Disini

 *Baca juga Sejarah Sutan Puasa: Sejarah Kota Medan (64): Guru Patimpus dari Karo Pendiri Kota Medan, Sutan Puasa dari Mandailing Pendiri Kota Kuala Lumpur

Hari ini di Kuala Lumpur buku Abdur Razzaq Lubis di’launching’ ke publik. Buku tersebut berjudul ‘Sutan Puasa: The Founding of Kuala Lumpur’. Kuala Lumpur adalah ibukota Kesultanan Selangor dan juga ibukota negara Malaysia. Dalam launching buku itu turut dimeriahkan oleh Sheila Madjid, penyanyi terkenal Malaysia. Sheila Madjid memiliki garis keturunan kepada Sutan Puasa dari pihak ibu. Sutan Puasa bermarga Lubis berasal dari Mandailing.

Buku Sutan Puasa dan Abdur Razzaq Lubis
Abdur Razzaq Lubis, seorang akademisi telah membuktikan bahwa Sutan Puasa adalah pengasas (pendiri) Kota Kuala Lumpur. Berita ini akan membawa dampak luas. Pertama, akan semakin banyak riset-riset yang melihat relasi Afdeeling Mandailing dan Angkola (baca: Tabagsel) dengan Selangor di masa lampau. Dengan penggalian data dan interpretasi yang baik akan lebih mengekalkan hubungan antara Tabagsel dengan Selangor. Kedua, pemahaman yang terus meningkat antara Tabagsel dengan Selangor (ibukota Malaysia) dapat menjadi pemicu untuk pengembangan wisata di Tabagsel. Akselerasi pengembangan wisata ini akan lebih nyata sehubungan dengan pembangunan bandara di Bukit Malintang, Mandailing.

Lantas bagaimana sesungguhnya pengetahuan penduduk Tabagsel masa ini tentang hubungan masa lalu antara Mandailing dan Angkola dengan Selangor. Pengetahuan itu tentu masih sangat terbatas karena peristiwa tersebut sudah jauh di masa lampau. Penemuan bukti bahwa Sutan Puasa adalah pendiri Kota Kuala Lumpur akan sendirinya memicu tingkat pemahaman orang Selangor terhadap Tabagsel. Dalam hubungan sejarah inilah diyakini bahwa orang-orang Selangor khususnya dan Malaysia umumnya akan tertarik untuk meninjau kembali kampung leluhur mereka di Mandailing dan Angkola.

Tunggu deskripsi lengkapnya


*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja.

Tidak ada komentar: