21/03/12

Gus Irawan Pasaribu: Dari ‘Gubernur Bank Sumut’ Menuju ‘Bang Gubernur Sumut’

Baca Juga:
Gus Irawan Pasaribu:
Suatu Momentum
Menjadi Gubernur
Sumatra Utara
Ada dua tokoh Tapanuli Bagian Selatan yang saya kenal yang berkiprah di bidang perbankan pada saat ini, yaitu: Darmin Nasution dan Gus Irawan Pasaribu. Mereka berdua sama-sama mulai dari status Direktur kemudian menjadi Gubernur. Darmin Nasution lahir dan menyelesaikan pendidikan sampai tingkat SMA di Kotanopan adalah Gubernur Bank Indonesia saat ini, yang dulu menjadi senior saya di FEUI sebagai peneliti. Pada saat saya diangkat sebagai peneliti (1991) di Lembaga Demografi (LD), Bang Darmin ini adalah Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat (LPEM). Ini berarti Darmin Nasution mulai dari Direktur kemudian menjadi Gubernur. Sedangkan Gus Irawan Pasaribu adalah Direktur Bank Sumut yang kemudian mendapat ‘gelar baru’ dari masyarakat (yang dipopulerkan oleh TB Silalahi) sebagai Gubernur Bank Sumut (Sumatera Utara) yang dulu menjadi teman sekolah semasa SMP di Padang Sidempuan. Ini dengan sendirinya Gus Irawan Pasaribu juga mendapat promosi dari masyarakat dari Direktur menjadi ‘Gubernur’.

***

Gus Irawan Pasaribu, kini tengah digadang-gadang oleh masyarakat dan juga telah mempersiapkan diri secara serius untuk menjadi Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Utara 2013. Berdasarkan opini masyarakat luas dan dengan melihat track record-nya selama ini, Gus Irawan Pasaribu memiliki prospek dan sudah tentu tidak akan menemui kesulitan untuk menjadi orang nomor satu di Provinsi Sumatera Utara. Gus Irawan Pasaribu, selain masih muda (dirut bank termuda di negeri ini), pintar (mendapat pengakuan nasional sebagai pimpinan bank yang handal di Indonesia) dan sejak lama telah merakyat (ketua KONI Sumut dua periode), beliau juga mendapat dukungan dari para tokoh senior Sumatera Utara dan Tapanuli Bagian Selatan. Lihat profilnya: Gus Irawan Pasaribu: Bankir, Ketua KONI dan Pemain Sepak Bola

Saya hanya berharap, tetaplah bekerja keras selama pencalonan, dan bekerja lebih keras lagi ketika telah menjadi gubernur. Kita bisa bercermin dari dua tokoh pendahulu yang menjadi Gubernur Sumatera Utara: Marah Halim Harahap dan Raja Inal Siregar. Sekalipun keduanya berasal dari militer, tetapi keduanya cukup berhasil, selain sama-sama menjabat dua periode, juga keduanya meninggalkan nama baik yang tidak terlupakan bagi masyarakat Sumatera Utara di bidang pembangunan daerah.

Marah Halim Harahap, tidak hanya dikenal sebagai penggagas tropi Mahal Cup, juga memiliki visi yang strategis dalam pembangunan wilayah Sumatera Utara. Dia berhasil menata kembali politik dan keamanan di Sumatera Utara, juga membuka perhatian nasional menjadikan Provinsi Sumatera Utara sebagai tujuan utama pariwisata dengan melakukan revitalisasi terhadap daerah Wisata Danau Toba dengan mengajak swasta untuk membangun hotel dan fasilitas lain yang bertaraf internasional. Juga beliau menggagas untuk pembukaan ruang wilayah pembangunan daerah tertinggal dengan membangun bandara perintis di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah dan Nias. Sementara, Raja Inal Siregar telah menggagas dan menanamkan kultur pembangunan baik di perkotaan maupun di perdesaan dengan konsep pembangunan menyeluruh yang dikenal dengan ‘Martabe’. Konsep ini direalisasikan  dalam upaya untuk mempercepat laju pembangunan di Sumatera Utara yang relatif lebih lambat jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi utama lainnya di Indonesia.

***

Provinsi Sumatera Utara membutuhkan pembangunan yang menyeluruh dan bergerak lebih cepat. Karena itu, kini saatnya diperlukan figur baru. Gus Irawan Pasaribu (di DKI Jakarta bisa disebut Bang Pasaribu) cukup ideal menjadi Gubernur Sumatera Utara dan mampu memperbaiki kebijakan dan program pembangunan gubernur-gubernur terdahulu. Jangan lupa, spirit dari Marah Halim Harahap dan Raja Inal Siregar dapat dicontoh dan ditumbuhkembangkan kembali untuk menuju Sumatera Utara yang aman dan sejahtera serta lebih dikenal secara ekonomi di tingkat internasional, khususnya ASEAN.

Semoga sukses ‘Gusbernur’

Akhir Matua Harahap @ Depok

Baca juga: Chaidir Ritonga: Politikus, Pebisnis dan Penulis Sejati

Tidak ada komentar: