09/07/11

Letjen Achmad Rivai Harahap dan Kegiatan Pramuka di Tapanuli Bagian Selatan: Sebuah Catatan Tentang Jambore Nasional dan Raimuna Nasional


Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Kepramukaan dinyatakan bahwa  gerakan pramuka adalah organisasi yang dibentuk oleh pramuka untuk menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup. Pendidikan kepramukaan dilaksanakan berdasarkan pada nilai dan kecakapan dalam upaya membentuk kepribadian dan kecakapan hidup pramuka.

Pendidikan kepramukaan dalam Sistem Pendidikan Nasional termasuk dalam jalur pendidikan nonformal yang diperkaya dengan pendidikan nilai-nilai gerakan pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup. Jenjang pendidikan kepramukaan terdiri atas jenjang pendidikan:
  1. siaga
  2. penggalang
  3. penegak dan
  4. pandega
Kegiatan pendidikan kepramukaan dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan spiritual dan intelektual, keterampilan, dan ketahanan diri yang dilaksanakan melalui metode belajar interaktif dan progresif. Metode belajar interaktif dan progresif diwujudkan melalui interaksi:
  1. pengamalan kode kehormatan pramuka
  2. kegiatan belajar sambil melakukan
  3. kegiatan yang berkelompok, bekerja sama, dan berkompetisi
  4. kegiatan yang menantang
  5. kegiatan di alam terbuka
  6. kehadiran orang dewasa yang memberikan dorongan dan dukungan
  7. penghargaan berupa tanda kecakapan; dan
  8. satuan terpisah antara putra dan putri.

***

Dalam kepramukaan terdapat banyak kegiatan. Dari berbagai kegiatan yang ada di dalam kepramukaan, hanya kegiatan Pesta Siaga, Jambore dan Raimuna yang terbilang strategis. Ketiga kegiatan tersebut dilaksanakan dalam pertemuan pramuka dalam bentuk perkemahan besar, yang mengintegrasikan berbagai kegiatan yang terkait dengan kepramukaan.

Secara khusus, Jambore dan Raimuna adalah pertemuan pramuka dalam bentuk perkemahan besar yang diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka mulai dari tingkat ranting (kecamatan), cabang (kabupaten/kotra), daerah (provinsi), dan nasional (Indonesia), regional (Asia-Pasifik) serta dunia. Jambore Nasional dan Raimuna Nasional diselenggarakan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka setiap 5 (lima) tahun sekali. Jambore adalah pertemuan Pramuka Penggalang (setingkat SMP), sedangkan Raimuna untuk Pramuka Penegak/Pandega (setingkat SMA/PT).

Kegiatan Jambore Nasional telah dilaksanakan sebanyak sembilan kali. Jambore Nasional kedua dilaksanakan di Sibolangit, Sumatera Utara tanggal 1-20 Juli 1977. Tahun ini, 2011 merupakan Jambore Nasional (Jamnas) IX yang  baru saja selesai (2-9 Juli 2011) dilaksanakan di Buper Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan Raimuna Nasional telah dilaksanakan sebanyak delapan kali. Raimuna Nasional keempat dilaksanakan tanggal 7-14 Agustus tahun 1982 di Bumi Perkemahan (Buper) Pramuka Wiladatika, Cibubur, Jakarta. Raimuna Nasional (Rainas) yang ke sembilan akan dilaksanakan tahun 2012 di Buper Pramuka Waena Kota Jayapura, Provinsi Papua.

Jambore Nasional
Raimuna Nasional
Ke
Tahun
Lokasi
Ke
Tahun
Lokasi
1
1973
Cibubur, Jakarta
1
1969
Cimanggis, Bogor, Jabar
2
1977
Sibolangit, Sumut
2
1972
Bedugul, Tabanan, Bali
3
1981
Cibubur, Jakarta
3
1976
Karangkates, Malang, Jatim
4
1986
Cibubur, Jakarta
4
1982
Cibubur, Jakarta
5
1991
Cibubur, Jakarta
5
1987
Cibubur, Jakarta
6
1996
Cibubur, Jakarta
6
1992
Cibubur, Jakarta
7
2001
Batu Raden, Jateng
7
1997
Cibubur, Jakarta
8
2006
Jatinangor, Jabar
8
2003
Prambanan, Sleman, DIY
9
2011
Teluk Gelam,OKI, Sumsel
9
2008
Cibubur, Jakarta




2012
Jayapura, Papua

***
Jambore Nasional dan Raimuna Nasional merupakan tugas Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sebagai amanat Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka dalam rangka upaya pencapaian tujuan gerakan pramuka (UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Kepramukaan). Kwartir nasional merupakan organisasi gerakan pramuka lingkup nasional. Kwartir nasional mempunyai tugas memimpin dan mengendalikan gerakan pramuka serta kegiatan kepramukaan lingkup nasional. Kwartir nasional dibentuk melalui musyawarah nasional. Kepengurusan kwartir nasional dibentuk melalui musyawarah nasional. Musyawarah nasional merupakan forum musyawarah tertinggi untuk:
  1. pertanggungjawaban organisasi
  2. pemilihan dan penetapan kepengurusan organisasi kwartir nasional
  3. perubahan dan penetapan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dan
  4. penetapan rencana kerja strategis organisasi

Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 dan menjadi Hari Pramuka di Indonesia. Sebelum itu, telah dikeluarkan Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya.

Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno Presiden RI dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari. Berikut adalah nama-nama Ketua Kwarnas dari tahun 1961 hingga sekarang.

No
Periode
Nama Ketua Kwarnas
1
1961-1974
Sri Sultan Hamengkubuwono IX
2
1974-1978
Letjen Sarbini
3
1978-1993
Letjen Mashudi
4
1993-1998
Letjen Himawan Sutanto
5
1998-2003
Letjen Achmad Rivai Harahap
6
2003-2008
Prof. Dr. Azrul Azwar, MPH
7
2008-2013
Prof. Dr. Azrul Azwar, MPH

***
Kegiatan kepramukaan di Tapanuli Bagian Selatan sesungguhnya telah lama ada dan aktif sampai sekarang. Wujud aktivitas kegiatan pramuka Tapanuli Bagian Selatan tampak ke permukaan ketika Kwarcab Tapanuli Selatan (waktu itu masih satu kabupaten) dengan mengirim regu Pramuka Penegak untuk mengikuti Raimuna Nasional ketiga di Karangkates, Malang, Jawa Timur yang dilaksanakan tanggal 14-24 September 1976. Kemudian, pada tahun berikutnya, Kwarcab Tapanuli Selatan mengirimkan regu untuk mengikuti Jambore Nasional kedua di Sibolangit yang dilaksanakan tanggal 1-20 Juli, 1977. Dalam jambore ini saya tidak terpilih sebagai bagian dari kontingen Kwarcab Tapanuli Selatan. Waktu itu, saya masih kelas satu smp dan lebih diprioritaskan siswa-siswa yang lebih senior.

Pada jambore berikutnya, Jambore Nasional ketiga yang dilaksanakan di Cibubur, Jakarta tanggal 18-25 Juni 1981, lagi-lagi saya tidak terpilih karena usia saya, bukan usia Pramuka Penggalang lagi, dan saya juga sudah duduk di kelas 1 tingkat SMA. Kecewa? Jelas sangat kecewa. Puncak kekecewaan saya terjadi ketika Kwarcab Tapanuli Selatan akan mengirimkan regu ke Raimuna Nasional keempat di Cibubur, Jakarta yang akan dilaksanakan tanggal 7-14 Agustus 1982. Posisi saya di kepramukaan pada masa itu adalah Sekretaris Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwarcab Tapanuli Selatan dan juga sebagai Ketua OSIS di sekolah tidak termasuk bagian dari regu yang akan dikirim Kwarcab Tapanuli Selatan. Saya tidak tahu kenapa saya tidak terpilih? Apakah penyebabnya karena saya berselisih paham dengan pembina pramuka di sekolah? Saya juga tidak tahu.

Namun, kekecawaan tidak berlama-lama, sebab seminggu sebelum waktu pemberangkatan ke Cibubur, melalui kurir ke rumah saya, untuk meminta saya menghadap Sekretaris Kwarcab malam itu juga. Di hadapan Sekretaris Kwarcab saya memberi hormat (tradisi pramuka layaknya polisi) dan menanyakan mengapa saya dipanggil. Kak Sekretaris tersebut menjawab dan meminta saya untuk memimpin regu (Ketua Regu) putra ke Raimuna Nasional. Dia memberi penjelasan bahwa kandidat Ketua Regu (Zulfan Effendi Harahap, sekarang beliau tinggal di Houston, Texas, USA) asal SMA Negeri 3 berhalangan ikut ke Raimuna Nasional karena pada waktu yang bersamaan beliau terpilih sebagai wakil Provinsi Sumatra Utara sebagai siswa Teladan Nasional ke Jakarta. Atas penjelasan itu, saya memberi hormat: “Siap untuk ditugaskan!”. Sebelum saya pulang, saya bertanya ke Kak Sekretaris tersebut: Mengapa sebelumnya saya tidak masuk bagian dari regu? Jawabnya: “Itu urusanmu, urusan sekolahmu. Perintah ini, urusan saya, urusan Kwarcab Tapanuli Selatan. Titik”. Saya memberi hormat lagi: “Penjelasan dapat diterima, Siap dilaksanakan!”.

***

Sesungguhnya ‘berkarir’ di kepramukaan bisa mulai dari usia sekolah dasar hingga umur tua. Dari tingkat siaga, penggalang hingga penegak dan pandega dan bahkan hingga Pembina baik di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional. Sebagaimana dulu pernah saya mencoba merintis dari bawah, maka setelah tingkat penegak, saya masih ingin melanjutkan karir sebagai pramuka pandega di Pergutuan Tinggi. Di Institut Pertanian Bogor, saya memilih ekstrakurikuler bidang kepramukaan dan bergabung dengan Gudep Oriza Sativa, dalam rangka untuk memulai kariri di DKN (Dewan Kerja Nasional), Tapi sayang, hanya dua tahun saya sebagai anggota lalu pensiun dari pramuka karena waktu itu sulit membagi waktu antara belajar dengan kegiatan kepramukaan.

Sekalipun demikian, untuk menjaga romantisme kepramukaan yang ada di dalam diri saya, maka setiap ada kegiatan pertemuaan pramuka di Cibubur (Jambore dan Raimuna) saya selalu menyempatkan diri untuk berkunjung, paling tidak untuk melihat adik-adik penggalang dan penegak yang menjadi bagian dari kontingen kwarcab yang ada di Tapanuli Bagian Selatan. Kunjungan saya yang terakhir adalah ketika dilaksanakan Raimuna Nasional di Cibubur Jakarta tahun 2008. Kebetulan tinggal saya di Depok dan tidak jauh dari Cibubur.

Saya mengunjungi regu putra dan regu putri kontingen Kwarcab Tapanuli Selatan. Di kemah regu putri, secara tidak terduga saya bertemu dengan pembinanya yakni Rosanna Nasution. Dia adalah seorang teman lama yang menjadi Ketua Regu Putri dan saya Ketua Regu Putra pada Raimuna Nasional 1982. Rosanna adalah wakil dari SPG yang telah menjadi guru dan menjadi Pembina pramuka di Tapanuli Selatan. Selamat berbakti, Ros! Keberdaaanmu sekarang ini sangat diharapkan untuk membangkitkan kembali semangat putra putri kita di Tapanuli Bagian Selatan. (Akhir Matua Harahap).

1 komentar:

Sipirok.net mengatakan...

Horas....
saya admin www.sipirok.net, dan kebetulan menemukan blog ini, bisakah saya posting artikel disini ke www.sipirok.net?

email : admin@sipirok.net

Horas :)