09/02/13

GUS IRAWAN PASARIBU dari Tapanuli Selatan: Suatu Momentum Meraih Kembali Tahta Gubernur Sumatera Utara


Sejarah Gubernur Sumatera Utara

Persaingan dalam perebutan posisi Gubernur di Sumatera Utara dari waktu ke waktu sungguh sangat seru dan menarik. Banyak aspek yang menjadi sumber perdebatan di masyarakat yang menjadi pertimbangan siapa yang paling sesuai untuk diangkat/dipilih menjadi orang nomor satu di Sumatera Utara. Aspek-aspek tersebut diantaranya: nasionalis vs sosialis, militer vs sipil, keragaman etnik dan agama, profesional vs birokrat, incumbent vs entrant dan partai vs independen. Namun demikian yang lebih menarik dilihat adalah bahwa kenyataannya sebanyak delapan periode  (dari 16 periode) masa jabatan Gubernur Sumatera Utara secara definitif dijabat oleh putra-putra dari Tapanuli Bagian Selatan (lihat Tabel-1).


Tabel-1. Nama Gubernur Sumatera Utara Asal
Tapanuli Bagian Selatan (1948-2013)

No
Periode
Nama Gubernur
Mulai
Berakhir
1
18-06-1948
01-12-1948
Sutan Muhammad Amin Nasution
2
25-01-1951
23-10-1953
Abdul Hakim Harahap
3
23-10-1953
12-03-1956
Sutan Muhammad Amin Nasution
4
18-03-1956
01-04-1960
Sutan Kumala Pontas
5
01-04-1960
05-04-1963
Raja Djundjungan Lubis
6
31-03-1967
12-06-1978
Marah Halim Harahap
7
13-06-1983
13-06-1988
Kaharuddin Nasution
8
13-06-1988
15-06-1998
Raja Inal Siregar


Yang sungguh sangat menarik adalah untuk mendapatkan posisi gubernur di Sumatera Utara jelas sangat sulit tetapi tidak mudah untuk mempertahankannya. Dari 16 orang yang pernah menduduki jabatan gubernur (termasuk Plt), terdapat tiga orang yang mampu mempertahankannya hingga dua periode, tetapi pada akhirnya hanya dua gubernur yang mampu menyelesaikannya hingga tuntas, yakni: Marah Halim Harahap dan Raja Inal Siregar. Oleh karenanya kedua tokoh terkenal Sumatera Utara ini menduduki peringkat satu dan dua untuk ukuran lamanya menjabat (lihat Gambar-1). Marah Halim Harahap yang penggagas event sepakbola ‘Mahal Cup’ menjadi gubernur selama 136 bulan (31-03-1967 s/d 12-06- 1978) dan Raja Inal Siregar yang penggagas konsep pembangunan ‘Martabe’ selama 121 bulan (13-06- 1988 s/d 15-06- 1998). Kedua Gubernur ini masing-masing bertahta lebih dari 10 tahun.



Secara keseluruhan, gubernur yang berasal dari Tapanuli Bagian Selatan umumnya menduduki posisi gubernur cukup lama. Kaharuddin Nasution, Sutan Kumala Pontas dan Raja Junjungan Lubis (mantan Bupati Tapanuli Selatan) hanya menjabat satu periode penuh karena sudah memasuki usia pensiun. Sutan Muhammad Amin Nasution sebagai gubernur Sumatera Utara yang pertama meskipun berlangsung singkat tetapi dia menjabat lagi pada periode ketiga. Abdul Hakim Harahap, mantan Wakil Residen Tapanuli, memang tidak penuh menjabat satu periode karena ditengah masa jabatannya dia diangkat menjadi menteri. Sisa masa jabatan Abdul Hakim Harahap ini diselesaikan oleh Sutan Muhammad Amin Nasution yang sekaligus menjadikannya menjabat gubernur dua periode. Ini suatu bukti bahwa dedikasi dan tingkat elektabilitas/kepercayaan untuk putra-putra Tapanuli Selatan cukup tinggi di posisi gubernur Sumatera Utara.

Gus Irawan Pasaribu Berpotensi Mengulang Sejarah

Sudah cukup lama, sejak masa jabatan gubernur Raja Inal Siregar berakhir Juni 1998, gema Tapanuli Selatan di posisi Gubernur Sumatera Utara tidak pernah terdengar lagi. Padahal peluang putra Tapanuli Selatan selama ini terbilang cukup tinggi (8 dari 16 periode) dan elektabilitasnya juga cukup tinggi yang diukur sebagai 60 persen bulan masa jabatan gubernur selama 16 periode (793 bulan) dijabat putra-putra Tapanuli Selatan.

Kini, putra Tapanuli Selatan kembali hadir di arena perebutan posisi Gubernur di Sumatera Utara, yakni: Gus Irawan Pasaribu dan Chairuman Harahap. Dua putra Tapanuli Selatan ini akan merebut posisi tertinggi dalam Pilkada Sumatera Utara dengan mengungguli tiga calon lainnya. Masalahnya adalah bagaimana mungkin menjagokan dua calon dari Tapanuli Selatan sekaligus untuk merebut satu posisi untuk menjadi orang nomor satu di Sumatera Utara. Secara pragmatis menjadi dilema diantara para pemilih, khususnya  yang berasal dari Tapanuli Bagian Selatan. Akan tetapi jika dilihat dari sisi perspektif ‘dalihan na tolu’ masalah 'matahari kembar' ini sesungguhnya dapat dikompromikan di dalam diri sendiri oleh para pemilih.

Tanpa bermaksud mengabaikan Chairuman Harahap, dari berbagai survei dan analisis yang terbaca sejauh ini dari berita dan situs-situs online di Sumatera Utara, positioning Gus Irawan Pasaribu cukup menonjol, bahkan memiliki tingkat elektabilitas yang lebih tinggi dibanding empat pasangan lainnya. Apakah ini suatu tanda awal bahwa Gus Irawan Pasaribu memiliki prospek bagus untuk memenangkan satu putaran atau dua putaran? Hanya anda para pemilih yang bisa menentukan. Sekadar mengingatkan bahwa sudah cukup lama jabatan gubernur Sumatera Utara tidak dijabat oleh putra Tapanuli Bagian Selatan, maka sebagai harapan, inilah saatnya, suatu momentum untuk meraih kembali tahta Gubernur Sumatera Utara yang pernah diraih putra-putra Tapanuli Bagian Selatan di masa lalu. Horas. Akhir Matua Harahap.


Lihat video Kisah Gus Irawan:


__________________
Nama-nama Gubernur Sumatera Utara:
  1. Sutan Muhammad Amin Nasution, 18 Juni 1948-1 Desember 1948
  2. Ferdinand Lumban Tobing, 1 Desember 1948-31 Januari 1951
  3. Abdul Hakim Harahap, 25 Januari 1951-23 Oktober 1953
  4. Sutan Muhammad Amin Nasution, 23 Oktober 1953-12 Maret 1956
  5. Sutan Kumala Pontas, 18 Maret 1956-1 April 1960
  6. Raja Djundjungan Lubis, 1 April 1960-5 April 1963
  7. Eny Karim, 8 April 1963-15 Juli 1963
  8. Ulung Sitepu, 15 Juli 1963-16 November 1965
  9. PR. Telaumbanua, 16 November 1965-31 Maret 1967
  10. Marah Halim Harahap, 31 Maret 1967-12 Juni 1978
  11. Edward Waldemar Pahala Tambunan, 12 Juni 1978-13 Juni 1983
  12. Kaharuddin Nasution, 13 Juni 1983-13 Juni 1988
  13. Raja Inal Siregar, 13 Juni 1988-15 Juni 1998
  14. Tengku Rizal Nurdin, 15 Juni 1998-5 September 2005 (Plt Rudolf Pardede, 5 September 2005-10 Maret 2005)
  15. Rudolf Pardede, 10 Maret-2005-16 Juni 2008
  16. Syamsul Arifin, 16 Juni 2008-21 Maret 2011 (Plt Gatot Pujo Nugroho, 21 Maret 2011-Februari 2013)
Sumber: Wikipedia

Tidak ada komentar: